Subscribe Now

* You will receive the latest news and updates on your favorite celebrities!

Trending News

Kategori

Yuk Kenalan dengan Jenis Surat Rumah dan Kegunaannya!
Uncategorized

Yuk Kenalan dengan Jenis Surat Rumah dan Kegunaannya! 

Banyak orang yang lebih memilih untuk membeli rumah atau properti yang sudah jadi dibandingkan dengan harus membuat sendiri. Selain karena lebih murah, maka juga lebih praktis, karena nantinya Anda hanya tinggal menghuni rumah tersebut, tanpa harus repot mengurus pembelian tanah. Hanya saja juga tidak bisa dipungkiri jika seandainya ada banyak hal yang harus dipertimbangkan sebelum membeli hunian baru. Tak hanya terkait dengan lokasi dan juga harga, melainkan juga dokumen-dokumen layaknya surat rumah harus ada.

Sudah tidak asing lagi jika seandainya ada beberapa kasus, dimana rumah atau properti yang dibeli tersebut ternyata masih menjadi sengketa. Tentu Anda sendiri yang akan dirugikan dengan hal ini. Itulah mengapa hendaknya harus mengetahui asal-usul bangunan tersebut secara jelas, begitu juga dengan dokumen-dokumen penunjangnya.

Jenis Surat Rumah

Agar tidak sampai salah dalam membeli rumah, pastikan anda paham jemnis-jenis surat rumah, yaitu:

Sertifikat Hak Milik (SHM)

SHM ini dijadikan sebagai bukti legal tentang kepemilikan dari lahan atau properti oleh pemegang sertifikat tersebut tentunya. Dengan adanya ini maka Anda akan aman karena sifatnya sendiri memang terkuat dan juga turun temurun tidak akan bisa diganggu gugat. Bahkan SHM tersebut juga dapat dijadikan sebagai agunan jika seandainya pemilik ingin mengajukan pinjaman atau kredit multiguna kepada pihak bank. Jika kelak terjadi masalah seperti diantaranya adalah sengketa, maka nama yang tercantum di dalam SHM inilah yang menjadi pemilik sah di mata hukum. Ia juga digunakan sebagai alat yang kuat untuk transaksi jual beli bangunan tersebut. Pembeli akan merasa aman jika seandainya sudah ada SHM ini sebagai dokumen penunjang atas nama penjualnya sendiri.

Sertifikat Hak Guna Bangunan

SHGB ini adalah sebuah sertifikat yang mana nantinya pemegang dari sertifikat ini hanya bisa memanfaatkan lahan tersebut untuk kebutuhan mendirikan bangunan dalam kurun waktu yang sudah ditentukan. Namun kepemilikan lahan masih ada di tangan negara. Sertifikat yang satu ini memang berbasis waktu, dalam kurun waktu 20 hingga 30 tahun saja, namun masih bisa untuk diperpanjang. Hak guna sendiri dapat diartikan sebagai hak atas manfaat yang diberikan di atas tanah atau pada bangunan tersebut.

Biasanya pemegang dari hak guna ini sendiri harus memberikan pemasukan ke kas negara, terkait dengan hak guna yang dimilikinya. Jika seandainya hak guna tersebut di administrasikan dengan baik, secara otomatis nantinya akan mendapatkan bukti yaitu SHGB. Biasanya lahan untuk hak guna ini diperbolehkan untuk dimiliki oleh asing atau WNA yang tinggal di Indonesia. Ataupun juga lahan yang dikelola oleh pengembang, tentunya saat membeli mereka tidak akan mendapatkan surat rumah, melainkan cukup dengan SHGB. Jika Anda membeli rumah dan hanya diberikan SHGB artinya tidak ada kuasa atas tanah tersebut dan pastinya tidak dapat diwariskan. Patut juga untuk diketahui bahwa SHGB ini tidak dapat dijadikan sebagai agunan.

Sertifikat Hak Satuan Rumah Susun

Surat ini digunakan untuk mereka yang tinggal di rumah susun, atau bangunan yang dibangun di atas tanah milik bersama. Pengaturan kepemilikan bersama ini digunakan untuk memberikan dasar kedudukan terhadap benda tidak bergerak yang menjadi sebuah obyek kepemilikan di luar unit, seperti diantaranya adalah taman dan juga lahan parkir.

Girik

Sebenarnya girik ini sendiri tidak termasuk dalam surat rumah, melainkan jenis administrasi desa untuk pertanahan yang digunakan untuk keperluan perpajakan. Di dalam sertifikat atau surat ini nantinya akan tertera luas tanah, kemudian juga nomor tanah sampai dengan hak karena jual beli maupun warisan. Adanya girik ini juga harus ditunjang dengan barang bukti, seperti diantaranya adalah akta jual beli maupun juga surat waris. Jika seandainya surat yang Anda miliki tersebut sebatas girik, maka sebaiknya segera diurus sertifikat lahannya, karena sangat mungkin suatu saat nantinya dipermasalahkan.

Akta Jual Beli

AJB atau yang dikenal sebagai Akta Jual Beli ini sebenarnya bukanlah sebuah sertifikat, melainkan hanya sebatas perjanjian jual beli saja dan salah satu bukti adanya pengalihan hak atas tanah tersebut akibat jual beli yang dilakukan. adanya AJB ini dapat terjadi dalam berbagai bentuk, seperti diantaranya adalah hak milik, hak guna bangunan dan juga girik. Karena memang AJB saja masih rentan terhadap tindak penipuan, maka sangat disarankan bagi Anda untuk segera mengurus surat rumah tersebut, diantaranya adalah dengan keberadaan dari sertifikat hak milik.

Setidaknya itulah beberapa jenis terkait dengan sertifikat rumah yang harus Anda ketahui, pastikan jangan sampai salah dalam membeli bangunan, karena jika seandainya tidak disertai dengan dokumen atau surat yang kuat, maka kelak di kemudian hari sangatlah mungkin untuk dipermasalahkan dengan hukum jika ada pihak yang menggugatnya.

Upgrade SHGB ke SHM

Jika seandainya Anda sekedar memiliki SHGB atau hak guna bangunan tersebut, alangkah baiknya untuk segera diurus agar menjadi Sertifikat Hak Milik. Dengan adanya peningkatan status ini maka kedepannya tak hanya bangunan saja, melainkan tanahnya sendiri juga sudah menjadi hak milik Anda, selain dapat diwariskan juga akan mempermudah penjualannya. Tanah yang sudah memiliki SHGB ini nantinya dapat Anda tingkatkan menjadi SHM dengan mengurusnya ke kantor BN, berikut ini diantara langkah-langkahnya yang bisa Anda terapkan, yaitu:

  1. Siapkan berkas-berkas yang menjadi penunjang kelengkapannya, ada beberapa macam berkas yang harus dibawa untuk kepengurusan ini, diantaranya adalah:
  • Keberadaan SGHB yang asli dan nanti akan diubah statusnya, disertai dengan fotocopyannya.
  • Fotocopy IMB, jika seandainya tidak memiliki IMB, maka Anda bisa menggantinya dengan surat keterangan dari kelurahan yang menyatakan bahwa bangunan tersebut dijadikan atau digunakan sebagai tempat tinggal.
  • KTP, baik itu yang asli maupun fotocopy, jika seandainya menggunakan jasa orang lain untuk kepengurusannya, maka harus disertai dengan adanya surat kuasa.
  • Fotocopy SPPT PBB dan juga yang asli.
  1. Langsung ajukan surat permohonan ke BPN, nantinya untuk mendapatkan surat rumah maka harus dilakukan pengajuan ke Kepala Kantor Badan Pertahanan Nasional, surat ini sebaiknya sudah diproses terlebih dahulu sebelum nantinya dilakukan pengajuan untuk peningkatan status SHM tersebut. Setelah surat tersebut jadi atau didapatkan, maka langkah selanjutnya adalah dengan menyiapkan fotocopynya.
  2. Membayar uang untuk penerimaan bukan pajak. Nantinya akan ada biaya yang dibebankan kepada Anda dalam mengurus suratini. biasanya memang di setiap daerah akan dikenai dengan tarif yang berbeda-beda, tergantung juga dari luas tanah tersebut, karena semakin luas, maka dalam perhitungannya nanti tarif ini juga akan semakin meningkat atau mahal nilainya.

Keuntungan memiliki Surat Rumah Sertifikat Hak Milik (SHM)

  1. Memiliki kewenangan untuk menggunakan tanah dan juga bangunan tersebut secara penuh. Tidak akan ada yang mempermasalahkannya, karena Anda adalah pemilik sahnya. Kepemilikan ini juga akan berlangsung terus menerus selama pemiliknya tersebut masih hidup di dunia.
  2. Dapat diwariskan. Karena pemiliknya sudah meninggal dunia, maka kedepannya kepemilikan atas tanah tersebut bisa diambil alih oleh ahli warisnya. Berbeda jika memiliki SHGB, dapat diwariskan, namun tidak disertai dengan tanah yang digunakan untuk pembangunannya. Jadi sama halnya dengan tidak dapat mewariskannya kepada anak cucu.
  3. Mempermudah penjualan. Adanya surat rumah secara legal ini sudah pasti akan mempermudah jika seandainya nanti Anda ingin menjual bangunan tersebut beserta tanahnya. Mengingat bagaimanapun calon pembeli akan berpikir ulang jika tidak ada Sertifikat Hak Milik yang asli, karena ditakutkan kedepannya akan bermasalah. Sehingga tidak menjadi masalah jika kelak Anda memang ingin menjualnya, karena dokumen-dokumennya juga sudah legal.
  4. Dijadikan sebagai bukti yang kuat di mata hukum. Terkadang memang ada masalah terkait dengan sengketa lahan atau sejenisnya, sehingga membuat tanah tersebut nantinya dibawa ke jalur hukum. Tentunya mereka yang memiliki SHM secara sah yang akan menang dalam perkara pengadilan tersebut, karena ini adalah bukti yang kuat, jika dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki SHM ini.

Jadi, patut untuk segera diurus surat rumah Anda, begitu juga bagi yang ingin membeli sebuah bangunan atau hunian baru. Jangan asal ambil meskipun tawaran harganya murah jika seandainya tidak disertai dengan adanya Sertifikat Hak Milik ini, karena kedepannya bisa jadi akan merugikan Anda.

Related posts

Tinggalkan Balasan

Required fields are marked *