Subscribe Now

* You will receive the latest news and updates on your favorite celebrities!

Trending News

Kategori

Rumah Adat
Rumah, Rumah Adat

Rumah Adat 

Indonesia yang merupakan negara kepulauan memiliki budaya yang sangatlah banyak, salah satunya dari rumah adat, setiap provinsi memiliki ciri rumah yang berbeda dan sangat kental dengan kebiasaan masyarakat sekitar, ada yang menaruhkan kepala kerbau, ada yang memiliki pondasi tinggi dan juga bahkan ada yang bisa dibawa pergi seperti layanya Modular Housing, penasaran seperti apa uniknya rumah adat di Indonesia? semua bacaannya dirangkum disini :

Di indonesia sendiri terdapat 34 Provinsi, masing-masing provinsi memiliki rumah adatnya sendiri, Semua akan di bahas pada artikel ini, untuk memudahkan para pembaca, silahkan menggunakan daftar isi untuk menemukan rumah adat mana yang ingin kamu pelajari.

Kumpulan Rumah Adat di Indonesia

Di Sumatera ada 10 jenis rumah adat yang bisa kamu ketahui, masing-masing dari rumah tersebut memiliki ciri yang hampir sama dimana sangat terlihat kokoh karena berukuran besar serta memiliki kaki yang membuat rumah tersebut terlihat seperti panggung.

  • Aceh (Krong Bade)
  • Sumatera Utara (Rumah Bolon)
  • Sumatera Barat (Rumah Gadang)
  • Riau (Balai salaso Jatuh)
  • Kepulauan Riau (Rumah melayu atap Lontik)
  • Jambi (Rumah kajang Leko)
  • Bengkulu (Bubungan Lima)
  • Sumatera Selatan (Rumah Limas)
  • Kepulauan Bangka Belitung (Rumah Panggung)
  • Lampung (Nuwou Sesat)

Pembangunan dari rumah khas sumatera seringkali harus merogoh kocek yang sangat dalam karena material pembangunan rumah jenis ini biasanya menggunakan kayu jati sehingga biaya pembangunannya bisa sangatlah mahal, namun harga pembangunan rumah ini harusnya terbayar lunas karena hasilnya bisa dipastikan akan terlihat sangat gagah dan kokoh seperti gambar yang ada di bawah ini.

Rumah adat Jawa bisa dikatakan merupakan rumah yang paling unik dibandingkan dengan jenis rumah adat lainnya, kenapa? karena pada rumah jawa setiap ornamen yang ada pada rumah tersebut harus di hitung secara matang-matang  sesuai dengan keyakinan dan primnbon jawa sehingga tidak bisa dibuat secara sembarangan karena ditakutkan akan memberikan pengaruh kurang baik bagi pemilik rumah.

Dibandingkan dengan rumah jenis lainnya, rumah adat bali merupakan rumah yang paling memiliki unsur budaya kental didalamnya, dari tampilannya saja sudah sangat terlihat dimana banyak sekali ukiran-ukiran budaya yang memiliki arti tertentu, selain kental akan budaya, rumah bali juga memiliki bagian yang pada umumnya harus disertakan dalam bagian rumah, bagian tersebut adalah :

  1. Angkul-angkul
  2. Aling-aling
  3. Pura Keluarga
  4. Bale Dauh
  5. Bale Gede
  6. Bale Manten
  7. Pawerangan
  8. Jineng

Masyarakat kalimantan menganggap bahwa rumah merupakan budaya yang harus secara terus-menerus dilestarikan karena didalamnya terkandung warisan nenek moyang, dan karena prinsip tersebutlah hingga saat ini di kalimantan sendiri masih sangat banyak rumah adat yang masih berdiri dengan kokoh.

Informasi Rumah adat Kalimantan Selatan :

Kalimantan Selatan adalah salah satu provinsi yang ada di Pulau Kalimantan dan mempunyai ibukota di Banjarmasin. Provinsi ini terkenal dihuni oleh banyak penduduk suku banjar yang mempunyai banyak kebudayaan yang khas.

Kebudayaan mayoritas suku ini tidak hanya mewariskan makanan yang enak, kain yang menjadi pakaian tradisional yang cantik, ataupun mata pencaharian, dan sejarah dari suku ini, tetapi juga rumah adat yang menjadi tempat tinggal di Kalimantan Selatan.

Adapun untuk rumah yang berasal dari daerah Kalimantan Selatan mempunyai banyak jenis, setidaknya ada 10 rumah yang diketahui sebagai rumah khas dari daerah ini dapat ditemui di berbagai daerahnya. Setiap rumah tersebut tentu saja mempunyai berbagai fungsi, ciri, filosofi, bagian, luas, dan juga tentunya nama yang berbeda. Sehingga di bawah ini akan dibagikan sedikit pengetahuan mengenai nama dan juga ciri khas rumah yang berasal dari Kalimantan Selatan untuk menjadi pengetahuan. Adapun 10 jenis rumah asli yang berasal dari Kalimantan Selatan yang bisa diketahui adalah:

Rumah Bubungan Tinggi

Rumah asli dari Kalimantan Selatan yang pertama disebut dengan Rumah Bubungan Tinggi. Rumah ini mempunyai ciri khas dengan bangunan yang menjulang tinggi dan dikenal sebagai rumah yang mempunyai sejarah panjang karena rumah ini merupakan rumah yang awalnya digunakan untuk rumah Kesultanan yang ada di Kalimantan Selatan.

Akan tetapi karena seiring berjalannya waktu, fungsi tersebut menjadi tergeser sehingga rumah ini tidak hanya digunakan oleh keluarga kerajaan saja tetapi juga banyak digunakan oleh penduduk biasa yang mulai meniru gaya bangunan dari Rumah Bubungan Tinggi.

Seperti yang telah disebutkan di atas, fungsi pertama dari rumah ini adalah awalnya untuk keluarga kerajaan saja. Sehingga apabila dilihat dari sejarah tersebut maka bisa diketahui bahwa rumah adat ini mempunyai fungsi untuk menunjukan kelas sosial dari kerajaan. Kebudayaan Indonesia yang kaya juga dapat menunjukkan berbagai rumah, kain, ataupun jenis perhiasan yang digunakan oleh masyarakat untuk dapat menunjukan kelas sosial yang mudah.

Termasuk dari bentuk dan jenis rumah yang digunakan juga akan dapat menunjukan kelas sosial yang dipunyai oleh keluarga atau seseorang. Akan tetapi fungsi tersebut kian bergeser seperti pada fungsi Rumah Bubungan Tinggi ini yang kemudian juga bisa menjadi rumah penduduk di daerah Banjar pada umumnya.

Rumah Ba’anjung Gajah Baliku

Rumah adat selanjutnya yang berasal dari Kalimantan Selatan adalah Rumah Ba’anjung Gajah Baliku. Rumah ini merupakan salah satu jenis rumah Ba’anjung yang merupakan rumah tradisional dari Suku Banjar. Ruman ini dahulu juga digunakan pada zaman Kesultanan Banjar dan digunakan sebagai tempat tinggal untuk Warit Raja.

Warit Raja merupakan keturunan pertama dari kesultanan Banjar sehingga mempunyai kedudukan yang sangat tinggi, karena rumah ini hanya dihuni oleh calon yang nantinya akan menjadi pengganti Sultan. Oleh karena itulah rumah ini mempunyai fungsi yang tinggi dan mempunyai kedudukan yang penting dalam sejarah masyarakat Banjar.

Untuk jenis rumah ini sendiri mempunyai tipe yang hampir sama dengan bentuk rumah sebelumnya yaitu Rumah Bubungan Tinggi. Akan tetapi tentu saja mempunyai perbedaan yang dapat dikenali sehingga mempunyai nama yang berbeda. Dimana perbedaan tersebut dapat dikenali dari salah satu bagian rumah ini yaitu mempunyai Ruang Paluaran yang merupakan ruang tamu yang ada dalam rumah.

Pada konstruksinya, rumah ini menggunakan kuda-kuda dan menggunakan atap perisai yang disebut sebagai Atap Gajah. Sedangkan untuk lantai rumah ini mempunyai bentuk yang datar dapat membentuk ruangan yang dinamai dengan Ambin Sayup. Terakhir adalah pada anjungan rumah ini mempunyai Pisang Sasikat atau yang dikenal dengan atap sengkuap.

Rumah Bangun Gudang

Jenis rumah selanjutnya adalah Rumah Bangun Gudang yang merupakan rumah yang digunakan sebagai tempat tinggal untuk pedagang. Rumah ini pada umumnya digunakan oleh pedagang yang berasal dari Tionghoa yang ada di Kalimantan Selatan. Rumah ini sendiri mempunyai perbedaan apabila dilihat dari rumah asli yang berasal dari daerah ini.

Seperti dari ciri rumah ini yang mempunyai tiga pintu masuk yaitu di depan, samping kanan, dan samping kiri. Selain itu rumah ini juga tidak mempunyai empat pilar yang ada di teras seperti pada rumah masyarakat Banjar pada umumnya. Rumah ini sendiri mudah ditemui di daerah Sunagi Jingan, Banjarmasin.

Rumah Lanting

Nama rumah khas selanjutnya yang berasal dari Kalimantan Selatan adalah Rumah Lanting. Dimana rumah ini merupakan rumah yang dibangun terapung di atas air dan pada umumnya menjadi ciri dari masyarakat Banjar yang dekat dengan air. Oleh karena itulah rumah ini didirikan sebagai rumah khas dari daerah Kalimantan Selatan.

Adapun untuk pendirian rumah ini juga di tempat tertentu seperti di sungai ataupun di rawa-rawa. Ciri dari rumah ini adalah mempunyai bentuk segi empat dan mempunyai atap pelana. Selain itu rumah ini mempunyai pondasi yang menggunakan pelampung batang kayu ukuran besar dan gelagar ulin yang digunakan untuk menyangga lantai papan. Untuk ruangan dalam rumah ini sendiri menjadi dua yaitu hanya terdiri dari kamar tidur dan ruang keluarga.

Rumah Palimbangan

Rumah adat selanjutnya yang berasal dari Kalimantan Selatan adalah Rumah Palimbangan. Rumah ini adalah salah satu jenis rumah jenis Baanjung dan merupakan rumah yang dulunya juga digunakan pada zaman Kesultanan Banjar.

Rumah ini pada umumnya digunakan untuk para tokoh agama dan para Alim Ulamanya. Sama seperti rumah Banjar lainnya, Rumah Palimbangan juga mempunyai beberapa ciri khas yang dapat dikenali dari bangunannya.

Rumah bumbungan mempunyai ciri khas dengan atap rumah yang mempunyai atap pelana di bagian rumah induk biasanya disebut dengan Tawing Layar. Rumah ini juga tidak menggunakan Anjung pada sebagian besar rumah yang ada, akan tetapi bagi yang menggunakan Anjung pada bagian rumahnya juga mempunyai atap yang menggunakan Tawing Layar yang menghadap ke arah depan.

Ciri selanjutnya dari rumah ini adalah mempunyai teras yang ditutup dengan atap sengkuap atau yang disebut dengan atap Sindang Langit. Adapun dari fungsi jenis Rumah Palimbangan adalah digunakan pada golongan pedagang besar dan juga ulama pedagang. Sehingga rumah ini mempunyai ukuran yang lebih besar dibandingkan rumah lainnya seperti rumah Balai Laki.

Rumah Balai Laki

Rumah jenis selanjutnya yang berasal dari Kalimantan Selatan adalah Rumah Balai Laki. Rumah ini mempunyai ciri yang khas sehingga akan bisa membedakannya dengan rumah adat lain. Dimana rumah ini mempunyai tebar layar yaitu tawing layar. Selain itu rumah ini juga mempunyai tubuh bangunan yang berasal dari pelana dan disebut dengan atap balai laki. Selain itu pada rumah ini juga mempunyai serambi sambutan 4 buah yang menggunakan atap sengkuap.

Rumah Balai Bini

Selain Rumah Balai Laki, ada juga jenis rumah selanjutnya yaitu Rumah Adat Bini. Rumah ini pada sejarahnya adalah rumah yang digunakan oleh putri. Adapun untuk ciri dari rumah ini adalah mempunyai perisai yang disebut dengan nama atap gajah. Selain ciri tersebut, pada bagian sayap bangunan juga mempunyai anjung yang menggunakan atap sengkuap atau yang disebut dengan atap anjung pisang sasikat.

Rumah Gajah Manyusu

Rumah adat selanjutnya yang berasal dari Kalimantan Selatan adalah Rumah Gajah Manyusu. Rumah ini mempunyai ciri yang dapat dikenali yaitu mempunyai bentuk atap limas dan mempunyai hidung bapicik atau atap mansart yang ada pada bagian depan rumah. Rumah ini juga mempunyai Anjung dengan atap sasikat seperti pada rumah Balai Bini dan untuk surambinya menggunakan atap Sindang Langit.

Dalam sejarahnya, rumah jenis ini pada jaman dahulu mempunyai bangunan induk yang mempunyai konstruksi dengan bentuk segi empat memanjang dari depan ke belakang. Sedangkan untuk bagian depannya mempunyai perisai buntung yang disebut dengan Atap Hidung Bapicik dalam bahasa Banjarnya. Selain itu untuk atap perisai buntung juga menutupi bangunan rumah dari ruang Surambi Pamedangan hingga ruang yang ada di belakangnya.

Rumah Tadah Alas

Rumah selanjutnya disebut dengan Rumah Tadas Alas yang merupakan rumah tradisional dari suku Banjar. Rumah adat ini mempunyai beberapa ciri yang dipunyai dan untuk jenis ini sendiri merupakan rumah pengembangan dari jenis Rumah Balai Bini. Dimana perbedaan mendasar dari rumah ini adalah mempunyai satu lapis atap perisai yang ada di bagian depan. Atap tersebut adalah atap kanopi yang disebut dengan tadah alas seperti nama rumah ini.

Rumah ini seperti pada rumah umumnya mempunyai konstruksi bentuk segi empat yang memanjang. Sedangkan untuk dibagian depannya menggunakan atap perisai seperti yang telah disebutkan bahwa mempunyai nama Atap Gajah. Selain itu untuk rumah ini pada bagian atap depannya juga mempunyai atap lagi yang disebut dengan atap perisai, fungsi dari atap perisai itu sendiri adalah untuk dapat menutupi ruang surambi Pamedangan.

Karena mengikuti perkembangan dan fungsi dari rumah, bangunan ini kemudian mendapatkan tambahan atap perisai. Hal tersebut karena atap tersebut juga berguna untuk menutupi tambahan ruangan yang ada pada bagian sisi bangunan. Dimana biasanya tambahan bangunan tersebut berada di samping kiri ataupun kanan. Karena tambahan ruangan tersebut membuat rumah ini mempunyai bentuk yang tetap simetris dan mempunyai posisi yang agak ke belakang. Adapun penambahan ruangan pada rumah ini disebut dengan disumbi dan ruang tambahannya disebut dengan Anjung.

Rumah Palimasan

Rumah tradisional selanjutnya yang berasal dari Kalimantan Selatan adalah Rumah Palimasan. Rumah ini mempunyai dua jenis yang dapat diketahui yaitu Rumah Palimasan yang menggunakan Anjung dan Rumah Palimasan yang tidak mempunyai Anjung. Sehinggan perbedaan yang mendasar pada dua jenis rumah Palimasan tersebut adalah adanya tubuh bangunan induk yang menggunakan atap perisai yang dapat menutup serambi pamedangan.

Untuk ciri-ciri dari rumah adat Palimasan ini sendiri bisa dibedakan dari dua jenisnya. Seperti yang dijelaskan di atas bahwa perbedaan mendasar adalah adanya Anjung pada rumah. Sehingga untuk yang mempunyai Anjung mempunyai ujung atap perisai yaitu ambin sayup. Hal tersebut membuat bangunan ini mempunyai atap perisai yaitu serambi pemedangan dan mempunyai 4 pilar untuk menyangga emper yang ada di depan. Ada juga dinding tawing dan tangga kembar pada rumah ini.

 

10 Rumah Adat Nusantara Paling Populer di Indonesia

Di Indonesia mempunyai banyak rumah yang bisa dibedakan dari asal daerah rumah tersebut. Karena Indonesia mempunyai 34 provinsi, maka setidaknya ada 34 rumah adat yang ada di nusantara. Akan tetapi perlu diketahui juga bahwa setiap provinsi tidak hanya mempunyai satu rumah adat saja, karena ada beberapa daerah yang mempunyai banyak jenis rumah adat. Tetapi memang untuk rumah adat yang paling dikenal memang hanya satu dan merupakan jenis rumah yang paling banyak digunakan dan mempunyai sejarah yang panjang di daerah tersebut. Seperti layaknya ada banyak rumah adat di suatu daerah tetapi hanya satu yang dikenal, di Indonesia juga mempunyai rumah adat nusantara yang paling populer dan dikenali asalnya oleh masyarakat luas. Misalnya saja untuk beberapa rumah yang paling terkenal di Indonesia adalah:

1. Rumah Joglo

Untuk rumah yang paling terkenal pertama berasal dari rumah yang dipunyai oleh suku mayoritas yang ada di Indonesia yaitu suku Jawa. Rumah dari masyarakat Jawa mempunyai nama Rumah Joglo dan merupakan rumah paling populer karena dikenali hampir 42 persen masyarakat. Untuk rumah ini mempunyai bentuk yang sederhana dan juga syarat akan nilai yang tinggi dipunyainya. Seperti misalnya untuk rumah ini menggunakan material kayu yang bagus yaitu kayu jati sehingga mempunyai keuntungan dari kekuatan yang dipunyai oleh rumah dengan bahan kayu jati. Selain itu untuk keunikan rumah ini adalah terdapat banyak pintu, jendela, dan mempunyai empat tiang utama sebagai penyangga tiang yang disebut dengan saka guru.

2. Rumah Gadang

Rumah adat nusantara yang paling dikenal selanjutnya dengan presentase 25 persen adalah rumah yang berasal dari Sumatera Barat yaitu Rumah Gadang. Rumah ini terkenal dengan ukurannya yang besar dan mempunyai bentuk rumah yang megah. Rumah tradisional dari masyarakat Minangkabau in juga mempunyai ciri yang sangat unik yaitu mempunyai bentuk atap yang melengkung ujung lancip. Karena mempunyai ikatan matrilinial, masyarakat Sumatera Barat memang mendasarkan keturunan pada ibu dan mempunyai nilai dan posisi wanita yang tinggi. Hal tersebut juga terlihat dari Rumah Gadang yang pada umumnya untuk jumlah kamar yang ada di jenis rumah in adalah dari jumlah perempuan yang tinggal di rumah tersebut.

3. Rumah Kebaya

Rumah selanjutnya yang terkenal adalah yang berasal dari masyarakat asli yang tinggal di Ibukota yaitu Rumah Kebaya dari DKI Jakarta. Rumah suku Betawi ini mempunyai tingkat kepopuleran hingga 5 persen dan merupakan salah satu rumah yang ada di nusantara. Untuk jenis rumah ini sendiri mempunyai bentuk kubus dan mempunyai ciri dengan teras luas yang ada di depan rumah untuk dapat menjamu tamu atau untuk tempat bersantai keluarga. Rumah ini mempunyai bangunan yang terbuka dan mempunyai makna filosofis masyarakat Betawi yang merupakan campuran dari masyarakat lainnya sehingga mempunyai sifat yang terbuka, ramah, dan juga kekeluargaan.

4.Rumah adat Limas

Rumah adat nusantara terkenal lainnya adalah yang terkenal dengan daerah asal makanan empek-empek yaitu Sumatera Selatan yang mempunyai Rumah Limas. Rumah ini terkenal hingga presentase 4 persen di Indonesia menjadikan rumah ini menjadi salah satu rumah populer. Rumah ini mempunyai bentuk seperti namanya yaitu bentuk limas. Selain itu untuk ciri dari rumah ini adalah mempunyai bangunan bertingkat dengan makna filosofi masing-masing pada tingkatnya tersebut. Seperti misalnya untuk tingkatan rumah Limas ini mempunyai makna bahwa lima ruangan yang ada di rumah menyimbolkan jenjang kehidupan masyarakat seperti usia, jenis, bakat, pangkat, dan juga martabat.

5. Rumah Adat Tongkonan

Untuk dapat mengetahui rumah adat yang populer juga dapat diketahui dari suku tersebut. Pada umumnya untuk suku yang populer di Indonesia atau masih sangat terjaga dengan baik kebudayaannya maka juga akan membuat orang untuk menaruh perhatian pada kebudayaannya seperti misalnya rumah yang dimiliki. Hal tersebut juga yang membuat Rumah Tongkonan yang berasal dari Sulawesi Selatan masyarakat Toraja menjadi salah satu rumah yang populer hingga 4 persen di Indonesia. Rumah ini mempunyai bentuk atap yang menakjubkan karena mempunyai atap besar dengan bentuk melengkung seperti perahu. Adapun rumah ini juga terkena dengan susunan tanduk kerbau yang menandakan tingkat strata sosial pemilik rumah.

6. Rumah Adat Baduy dari Banten

Rumah yang populer selanjutnya datang suku di Jawa yang masih menjaga kebudayaannya. Suku Baduy terkenal hidup sederhana dan mempunyai presentasi 2 persen sebagai rumah yang dikenali di Indonesia. Untuk rumah suku ini mempunyai bentuk rumah panggung yang merupakan salah satu bentuk rumah terkenal yang ada di Sumatera dan juga Kalimantan. Akan tetapi pada umumnya rumah di Jawa Barat dan juga Rumah Baduy mempunyai bentuk rumah panggung yang sesuai dengan daerah tempat tersebut.

7. Rumah Adat Mandar

Untuk rumah yang populer selanjutnya adalah Rumah Mandar yang berasal dari Sulawesi Barat. Rumah ini dikenal 2 persen masyarakat dan merupakan rumah dari suku Mamuju yang ada di Sulawesi Barat. Bentuk rumah ini juga mempunyai ciri khas yang bisa dikenali seperti misalnya mempunyai struktur panggung dan mempunyai tiang dari bahan kayu balok ukuran hingga dua meter. Rumah ini juga mempunyai dinding rumah yang menggunakan material papan dan dihias dengan motif khas yang dipunyai oleh Suku Mandar.

8. Rumah Adat Honai

Masyarakat Papua juga masih menjaga kebudayaannya dengan sangat baik. Hal tersebut dapat dilihat dari rumah Papua yang masih bisa dijumpai dengan mudah di tempat tersebut. Rumah adat nusantara yang populer dari Papua ini bernama Rumah Honai yang berbentuk seperti kerucut. Rumah ini menggunakan material alam dan membedakannya dari rumah untuk pria Honai, wanita Ebei, dan untuk kandang hewan adalah Wamai.

9. Rumah Adat Panggung Minahasa

Rumah adat nusantara yang paling populer selanjutnya adalah Rumah Panggung suku Minahasa yang mempunyai rumah Walewangko. Rumah ini mempunyai arti wale yaitu bale atau rumah dan wangko yang merupakan pewaris. Sehingga rumah ini merupakan rumah yang diwariskan kepada generasi selanjutnya. Untuk rumah ini mempunyai bentuk besar dan bisa dihuni hingga delapan keluarga.

10. Rumah Adat Bolon

Rumah adat nusantara yang paling populer selanjutnya adalah rumah dari suku Batak yaitu Rumah Bolon. Rumah ini pada dahulu digunakan sebagai rumah untuk tempat para raja yang berasal dari Sumatera Utara. Untuk ciri khas dari rumah Bolon ini sendiri mempunyai bentuk persegi empat dan mempunyai atap dengan bentuk pelana kuda. Sedangkan untuk pembagian ruangan rumah ini adalah mulai dari ruang tamu, dapur, dan juga ruangan istri tamu yang datang.

 

 

rumah adat joglo rumah adat indonesia

Related posts

Tinggalkan Balasan

Required fields are marked *