Subscribe Now

* You will receive the latest news and updates on your favorite celebrities!

Trending News

Kategori

Ulasan Lengkap Seputar Suku, Fakta dan Rumah Adat Toraja
Rumah, Rumah Adat

Ulasan Lengkap Seputar Suku, Fakta dan Rumah Adat Toraja 

Rumah adat Toraja – Toraja merupakan suku yang muncul pada abad ke-20 dimana terbentuk sebelum terjadinya penjajahan Belanda masa penyebaran agama kristen, berada di dataran tinggi, dan tidak beranggapan sebagai suatu kelompok yang tinggal bersama. Toraja yang berada di dataran tinggi Sulawesi memiliki arti orang dan tinggi dan digunakan untuk penduduk yang tinggal di dataran rendah kepada orang yang tinggal di dataran tinggi.

Toraja berhubungan erat dengan suku Makassar, suku Mandar dan suku Bugis yang berada di dataran tinggi. Adanya misionaris di wilayah tersebut memunculkan adanya suku tersebut di wilayah Sa’Dan Toraja sehingga saat itu Sulawesi Selatan memiliki empat suku utama yang memiliki rumah adat Toraja.

Sekilas Info Tentang Toraja

Pada tahun 1950, Toraja memiliki penduduk 10% merupakan agama kristen yang mulai percaya. Pada tahun 1930an muslim mulai masuk dan Toraja berpindah ke agama kristen untuk mendapatkan perlindungan secara politik dan terbentuknya gerakan perlawanan terhadap orang Makassar dan Bugis dengan penganut agama islam. Terjadi perang gerilya selama 15 tahun yang menyebabkan banyak orang pada suku Toraja berpindah menjadi agama kristen.

Masuk tahun 1965 maka keluarlah dekret presiden yang menyebutkan bahwa Indonesia memiliki agama yang diakui diantaranya islam, katolik, kristen protestan, buddha dan hindu. Toraja menentang dekret tersebut dan membuat hukum yang menjadi bagian dari agama resmi, sehingga tahun 1969 terbentuknya Aluk To Dolo atau agama hindu dharma.

Berikut adalah beberapa macam keunikan dari suku Toraja diantaranya:

  • Upacara rambu solo untuk menghormati para leluhur dimana terdapat beberapa susunan acara yang memberikan acara kebudataan yang dipertahankan hingga saat ini.
  • Memiliki berbagai macam kuburan, kuburan ini unik dengan berbagai cerita masing-masing seperti kuburan pohon, kuburan batu, kuburan gantung dan kuburan goa.
  • Ma Pasilaga Tedong merupakan acara adu kerbau yang hingga kini dilaksanakan dengan acara meriah dan setiap kerbau memiliki nama yang unik.
  • Menyembelih Ma Tinggoro Tedong seekor kerbau, dimana tradisi untuk menguji adrenalin sehingga beberapa orang takut untuk menyaksikan ini secara langsung, acara menjadi salah satu penyebab terjadinya Parang Toraja hingga keluar Toraja karena tajamnya dalam sekali tebas untuk seekor kerbau.

Selain itu terdapat upacara pemakaman unik dimana mayat yang telah disemayamkan selama bertahun-tahun akan diupacarakan kembali dengan mengganti pakaiannya dan mendandaninya dengan pakaian layaknya orang hidup. Acara ini disebut sebagai Ma Nene dimana orang akan menggerakkan mayat layaknya sedang berjalan. Terdapat juga aduk kaki disebut sebagai sisemba sebagai atraksi dengan kekuatan kaki yang diadakan ketika melakukan panen sebagai bentuk atas rasa syukur. Acara ini akan melibatkan puluhan orang sehingga akan memberikan rasa kekeluargaan.

Hal Menarik Tentang Toraja

Terdapat hal menarik di Toraja dengan bentang alam yang memanjakan mata, mulai dari perbukitan yang dialiri sungai, persawahan ditengah gunung dan memberikan kesan yang indah. Terdapat budaya siangkaran sipakaboro yang menjadi cara hidup masyarakat setempat untuk membagikan senyum ramah dan memberikan dapat bentuk tulus, istilah tersebut menjadi lambang keakraban suku. Toraja memiliki perpaduan suatu budaya dan keindahan alam yang membuat wisatawan tidak akan melupakannya.

Kain tenun Toraja merupakan salah satu kelestarian yang hingga kini masih ada. Kain ini berperan selama acara adat dilakukan dan memberikan simbol kejayaan dan kemakmuran untuk masyarakatnya. Pada masa lalu, kain ini digunakan oleh kaum bangsawan dan oleh orang yang memiliki kemampuan ekonomi saja, namun kini sudah banyak digunakan oleh siapa saja.

Salah satu kopi terbaik di Indonesia berasal dari kopi Toraja. Kopi ini memiliki jenis arabica yang memiliki rasa lokal sehingga akan membuat penikmatnya lebih mudah menikmati. Kopi ini banyak disukai hingga memiliki komunitas di Amerika dan Jepang, kopi Toraja ini sudah dipatenkan menjadi key coffee yang dijual dengan harga yang cukup mahal.

Berikut adalah makanan khas dari Toraja diantaranya:

  • Deppa tori yang menjadi salah satu cemilan terbuat dari gula merah, tepung dengan taburan wijen, dapat dinikmati saat sore hari dengan paduan kopi arabika, digunakan juga sebagai hidangan pembuka ketika diadakannya acara adat.
  • Pantollo lendong merupakan makanan berat, dari belut yang dimasak dengan bumbu hitam pamarrasan ditambah pangi atau dalam bahasa Jawa disebut sebagai kluwek, selain itu babi dan ikan juga dimasak dengan menggunakan bumbu ini, termasuk daun mayana atau lombok katokkon.

Terdapat juga pa’piong merupakan makanan khas dalam acara adat besar di Toraja. Makanan ini dimasak dengan bambu bersama dengan mayanan, sayur bulunangko, serta burak atau pohon pisang yang muda. Pa’pion dapat dibuat dengan babi maupun dicampur dengan beras atau rempahan lainnya dengan menggunakan campuran daging ayam.

Rumah Adat Toraja

Dangkot dari bebek dengan menggunakan cita rasa pedas yang memiliki manfaat untuk vitamin C12, fosfor, asam amino dengan tambahan rempah lainnya. Kapurung merupakan makanan khas yang terkenal, terbuat dari dasar sagu ditambah dengan air panas dan dinikmati bersama dengan udang, ikan serta jagung. Rumah adat toraja disebut sebagai tongkonan yang menjadi ciri khas suku ini.

Rumah adat toraja ini memiliki nilai budaya dan adat, terbuat dari kayu uru. Atap rumah adat terbuat dari bambu yang memiliki ciri khas berbentuk seperti perahu. Dulunya leluhur dari toraja menggunakan transportasi penyeberangan dengan perahu menuju Sulawesi. Pada bagian rumah adat terdiri atas bagian utara, selatan dan tengah yang memiliki fungsi masing-masing.

Bagian utara digunakan untuk meletakkan sesaji, ruang tamu dan tempat tidur untuk anak-anak, bagian selatan untuk kepala keluarga dan bagian tengah untuk pertemuan keluarga, tepat meletakkan orang yang telah meninggal dan sebagai tempat makan. Pembagian ini perlu diperhatikan karena setiap ruangan tentunya memiliki filosofi dan keyakinan yang tidak boleh dilanggar karena jika dilanggar akan mendatangkan malapetaka.

Ketika melihat rumah adat toraja tentu akan melihat kepala kerbau pada bagian hiasan rumah bagian atas. Kepala kerbau ini memiliki warna hitam, putih dan belang yang memberikan makna terhadap kemampuan ekonomi pemilik rumah. Ketika melaksanakan suatu upacara, hewan kurban yang digunakan adalah kerbau dengan harga 60 juta per ekor hingga 1 miliar per ekor untuk warna belang sehingga jika semakin banyak maka semakin tinggi derajat seseorang.

Kesimpulan Rumah adat Toraja

Selain itu, rumah adat toraja memiliki tambahan seperti naga atau ayam yang menandakan pemilih rumah tersebut merupakan tertua. Ketika membangun rumah adat ini maka perlu diadakan pesta meriah. Tongkonan pada bagian bawahnya memiliki tempat yang luas sebagai kandang kerbau dan dibangun seperti layaknya panggung.

Rumah adat toraja memiliki bagian depan dengan alang, alang dengan bentuk matahari dan ukiran ayam sebagai lambang kemakmuran. Pemilik rumah perlu meletakkan padi setiap tangkai dalam alang sebagai tempat penyimpanan dan di bangun sesuai dengan arah selatan dan utara. Bangunan alang dan tongkonan ini memiliki peran orangtua yaitu alang menjadi bapak dan tongkonan menjadi ibu.

Sekian Artikel mengenai Rumah adat Toraja

Related posts

Tinggalkan Balasan

Required fields are marked *