Subscribe Now

* You will receive the latest news and updates on your favorite celebrities!

Trending News

Kategori

5 Keunikan Rumah Adat Papua dan jenis-jenisnya
Rumah, Rumah Adat, Rumah Adat Papua

5 Keunikan Rumah Adat Papua dan jenis-jenisnya 

Rumah Adat Papua – Keberagaman budaya yang ada di Indonesia sebenarnya tak lepas dari suku-suku yang dimilikinya, dari Sabang Sampai dengan Merauke, mereka memiliki ciri khas masing-masing. Di bagian Timur Indonesia sendiri terhadap Suku Papua, masyarakat disini terkenal dengan keunikan mereka, salah satu diantaranya adalah dari hunian atau rumah adat yang mereka tempati. Rumah adat Papua ini sangat jauh berbeda dibandingkan dengan rumah adat yang ada di wilayah lainnya di Indonesia.

Ulasan Seputar Rumah Adat Papua

Papua sendiri pada dasarnya adalah Provinsi paling Timur di Indonesia yang setidaknya memiliki wilayah seluas 421,98 kilometer persegi, ia juga termasuk sebagai provinsi terluas yang ada di Indonesia. Mereka memiliki rumah adat yang dikenal juga dengan beberapa jenis layaknya Honai, Ebay hingga Wamai. Ini adalah rumah adat dari Suku Wamena. Salah satu ciri khasnya jika dilihat adalah atapnya yang masih terbuat dari jerami dan memiliki bentuk seperti jamur. Berikut ini diantaranya beberapa keunikan yang ada di rumah adat khas Papua ini, yaitu:

#1 Bentuk Rumah Adat Papua

Bentuknya, dari segi bentuknya memang lain daripada yang lain, mirip seperti sebuah jamur raksasa, dengan atap yang mirip seperti kuali besar yang terbalik. Hanya saja tentu tidak semua rumah adat Papua ini saat ini memiliki bentuk tersebut, karena seiring dengan perkembangan budaya juga senantiasa mengalami perubahan, khususnya adalah pada masyarakat perkotaan, sedangkan untuk mereka yang masih tinggal di pedalaman maka bentuk rumahnya masih seperti ini, karena memang mereka menjunjung tinggi adat istiadat yang ada.

#2 Material

Material, bahan yang dipakai dalam pembuatannya sendiri juga tidak seperti rumah masa kini yang memakai batu bata, melainkan mereka menggunakan material gabungan antara jerami dan juga kayu. Kayu-kayu ini nantinya akan disusun sebagai pondasi untuk pembuatan rumah tersebut secara keseluruhan, sedangkan jerami akan dipakai sebagai atapnya. Pada rumah tradisional yang ada di Papua ini sebagian diantaranya memiliki jendela dan juga pintu secara lengkap, namun juga ada yang tidak.

#3 Ukuran

Ukuran, rumah asli yang di tinggali oleh penduduk asli Papua pada dasarnya memiliki ukuran yang kecil, hanya cukup dihuni oleh beberapa orang anggota keluarga saja, ada yang ukurannya hanya 2 meter atau 3 meter, dengan tinggi sekitar 10 meter saja, tergantung dari kegunaan atau fungsi dari rumah tersebut.

#4 Letak

Letak, rumah yang satu ini nantinya akan menyebar di beberapa lokasi berbeda, ada yang berada di kawasan hutan, kemudian juga perkotaan, biasanya yang berada di kawasan hutan sendiri merupakan pemukiman dari masyarakat asli Papua tersebut.

#5 Aturan

Aturan, pembangunannya sendiri memang tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan ada beberapa aturan penting yang menyertainya, diantaranya adalah beberapa rumah hanya dapat dihuni oleh kaum pria saja, juga ada yang khusus dihuni oleh kaum wanita. Selain itu juga ada bangunan yang secara khusus digunakan sebagai tempat memelihara hewan. Jadi memang antara satu bangunan dengan yang lainnya memiliki kegunaan masing-masing.

Macam-Macam Rumah adat Papua

Rumah adat Papua ini nyatanya juga terbagi atas beberapa macam atau jenis yang berbeda-beda, berikut ini diantaranya yang patut Anda ketahui, yaitu:

1. Honai

rumah adat papua

jenis rumah yang satu ini banyak ditemukan di kawasan pegunungan yang ada di Papua, nantinya Anda akan menemukan banyak sekali jenis rumah yang satu ini. rumah tersebut harus dibangun oleh lelaki dewasa dari Suku Dani, juga hanya dapat dihuni oleh lelaki dewasa juga.

Nama Honai sendiri pada dasarnya dari 2 kata yaitu ‘Hun’ yang artinya adalah laki-laki dan juga ‘ai’ yang artinya rumah. Dari segi arah pembuatannya sendiri memang harus menghadapi ke matahari terbit dan juga tenggelam.

Ukuran rumah tradisional tersebut adalah setinggi 2,5 meter dan juga dengan luas 5 meter, terdapat satu pintu dan juga tidak disertai dengan adanya jendela, meskipun ruangannya sempit, namun rumah adat Papua tersebut tetap mampu untuk menahan dingin. Biasanya saat kondisi sedang cukup dingin, maka penghuninya akan menyalakan api yang juga dipakai sebagai pengganti lampu disini.

Rumah yang satu ini biasanya terbagi atas 3 tingkatan, pada bagian bawah dipakai sebagai tempat untuk menyimpan jasad yang sudah diawetkan, kemudian lantai dasar untuk tamu laki-laki dan bagian atas adalah digunakan sebagai tempat tidur dengan alas jerami saja.

2. Rumah Ebei,

rumah adat papua

tempatnya biasanya ada di sebelah Honai, ia merupakan bangunan khusus yang digunakan sebagai tempat tinggal wanita juga anak-anak, baik itu anak perempuan maupun laki-laki. Jika dilihat dari suku katanya ada dua yaitu ‘ebe’ dan juga ‘ai’ yang artinya adalah rumah tubuh. Di rumah ini jugalah nantinya pasangan suami istri yang memang sah diizinkan untuk melakukan hubungan badan saat tidak ada orang lain di dalamnya. Biasanya kegiatan-kegiatan lain seperti memasak dan juga kegiatan rumah tangga akan dilakukan di rumah adat Papua ini.

3. Rumah Wamai,

karena memang mayoritas mata pencaharian mereka akan beternak, maka kemudian dibuatlah Rumah Wamai ini yang fungsinya adalah sebagai kanbang ayam ataupun juga hewan-hewan lainnya yang mereka budidayakan.

Dari segi ukurannya sendiri, maka Rumah Wamai ini akan disesuaikan dengan jumlah hewan yang mereka ternak, karena semakin banyak, maka akan semakin besar pula ukurannya.

4. Rumah Kariwari,

rumah adat papua

suku Tobati atau Enggros ali akan tinggal di rumah ini, biasanya akan mereka yang tinggal di Jayapura, khususnya adalah Danau Sentani. Rumah ini nantinya akan digunakan sebagai tempat belajar, khususnya adalah anak laki-laki. Mereka nantinya akan diberikan pendidikan terkait bagaimana caranya untuk mencari nafkah dan juga hidup ketika sudah dewasa.

Bentuknya sendiri jika dilihat memang jauh berbeda jika dibandingkan dengan rumah Honai, karena dari segi apatnya bukan berbentuk seperti jamur, melainkan mengerucut dan lebih tinggi, ukurannya juga cenderung lebih besar. Bahan baku pembuatan atapnya juga bervariasi, ada yang masih mengandalkan jerami, namun juga ada yang dibuat dari bahan dasar kayu, hanya saja juga ada yang sudah jauh lebih modern.

Rumah ini terdiri dari 3 tingkatan, bagian paling bawah sebagai tempat belajar, sedangkan pada bagian kedua dijadikan sebagai tempat pertemuan petinggi suku dan bagian ketiga digunakan sebagai tempat berdoa.

5. Rumah Rumsram,

biasanya ada di masyarakat Papua Timur dan memang jauh berbeda dari rumah-rumah sebelumnya, bentuknya seperti rumah panggung yang dilengkapi dengan atap berbentuk kapal, tingginya bisa mencapai 8 meter, biasanya akan dihuni oleh suku Biak Numfor dan digunakan sebagai tempat pendidikan anak laki-laki dari Suku Biak tersebut, dari belajar memahat sampai dengan belajar berperang. Pondasinya kokoh dan beratapkan daun sagu. Terdiri dari dua lantai, lantai pertama untuk tempat belajar.

Semoga informasi tentang rumah adat Papua ini akan menambah pengetahuan Anda, Indonesia memang kaya akan keunikan, termasuk pada bangunan tempat tinggal masyarakatnya.

Wilayah Penyebaran rumah papua :

Wilayah-Wilayah di Papua yang hingga kini masih banyak terdapat rumah adatnya :

  • Kabupaten Asmat
  • Kabupaten biak Namor
  • Kabupaten boven digoel
  • Kabupaten Deiyai
  • Kabupaten Dogiyai
  • Kabupaten intan jaya
  • Kabupaten jayapura
  • Kabupaten keeron
  • Kabupaten lany jaya
  • Kabupaten mappi
  • Kabupaten merauke
  • Mimika
  • Nabire
  • Kenyam
  • Enarotali
  • Kotamulia
  • Sarmi
  • Karubaga
  • Botawa
  • Elelim

Related posts

Tinggalkan Balasan

Required fields are marked *