Subscribe Now

* You will receive the latest news and updates on your favorite celebrities!

Trending News

Kategori

Mengenal Tentang 3 Jenis Rumah Adat Minahasa
Rumah, Rumah Adat, Rumah Adat Sulawesi

Mengenal Tentang 3 Jenis Rumah Adat Minahasa 

Rumah adat Minahasa – Setiap suku biasanya tinggal di daerah tertentu yang ada di Indonesia. Salah satu misalnya adalah suku Minahasa yang merupakan suku yang ada di Sulawesi Utara. Suku ini juga mempunyai kebudayaan yang banyak mulai dari tarian, baju tradisional, acara adat, dan juga dari rumah adat yang dipunyai sebagai tempat tinggal.

Rumah adat dari Minahasa sendiri mempunyai beberapa jenis yang dipunyai dan mempunyai fungsi yang berbedaSelain itu tentunya rumah adat Minahasa juga mempunyai ciri khusus dan juga unik yang bisa dikenali untuk membedakannya dengan jenis rumah Minahasa yang lain ataupun rumah adat dari daerah lainnya.

Dimana untuk rumah adat yang berasal dari Sulawesi Utara pada umumnya mempunyai gaya arsitektur yang bagus dan juga indah. Untuk rumah adat dari daerah ini pada umumnya mempunyai bentuk simetris dan juga menggunakan bahan alami sebagai salah satu cirinya. Walaupun mempunyai bahan material yang alami seperti kayu, akan tetapi untuk konstruksi rumah tersebut tidak perlu diragukan keawetannya. Karena pada umumnya berbagai material yang digunakan adalah menggunakan material kayu yang bagus sehingga tidak akan cepat lapuk dan bisa bertahan hingga bertahun-tahun. Selain material kayu yang berkualitas, pada atap rumah adat ini adalah menggunakan daun rumbia.

Keunikan Rumah adat Minahasa

Selain dari kekokohan rumah adat dari Sulawesi Utara, hal lain yang bisa diperhatikan dari rumah ini adalah mempunyai keunikan dari tiang yang dipunyai. Dimana untuk rumah utamanya yang berbentuk rumah panggung, jumlah tiang akan mempunyai makna sendiri. Sehingga hal tersebut akan menjadi ciri unik yang bisa dibedakan dari rumah tersebut. Seperti misalnya pada rumah panggung yang mempunyai tiang penyangga di daerah Sulawesi Utara umumnya mempunyai tiang penyangga dengan jumlah 16 hingga 18 buah.

Adapun untuk keunikan dari rumah adat Minahasa adalah untuk tiang penyangga yang dipunyai tidak disambungkan ketika dipasang. Akan tetapi walaupun tidak disambungkan, tetapi tiang penyangga tersebut tetap mempunyai konstruksi bangunan yang kokoh. Pada umumnya untuk setiap suku mempunyai beberapa jenis rumah adat yang dipunyai. Termasuk juga rumah adat dari Suku Minahasa yang mempunyai setidaknya ada dua jenis rumah yang berbeda.

Perbedaan Rumah adat Walengwangko dan Rumah adat Boolang Mongondow

Untuk berbagai jenis dan perbedaan kedua rumah tersebut akan dijelaskan seperti berikut ini:

1. Rumah Adat Walewangko

Jenis rumah adat Minahasa yang pertama adalah rumah Walewangko. Rumah ini disebut juga dengan Rumah Pewaris yang merupakan rumah tradisional dari Sulawasi Utara. Rumah adat Walewangko ini sendiri mempunyai makna dari kata wale dan juga bale yang mempunyai arti sebagai tempat tinggal yang digunakan bersama keluarga untuk berbagai kegiatan bersama.

Sedangkan untuk walewangko adalah mempunyai makna pewaris sehingga rumah ini merupakan rumah yang diwariskan turun temurun. Seperti misalnya hukum waris yaitu ketika pemilik rumah meninggal maka akan diwariskan pada anaknya yang dapat untuk menguasai rumah tersebut.

Rumah ini mempunyai tiga bagian yang ada dipunyai oleh rumah ini yaitu bagian depan rumah, bagian kolong, dan juga bagian belakang. Untuk bagian depan rumah mempunyai beberapa ruangan seperti berikut ini:

Bagian Rumah adat walewangko

  • Lesar merupakan bagian rumah pertama yang merupakan ruangan di bagian depan. Ruangan ini mirip dengan beranda dan mempunyai fungsi utama untuk tempat kepala suku untuk menyampaikan pidato dan juga menyampaikan maklumat kepada penduduknya.
  • Sekay merupakan bagian rumah depan selanjutnya yang mempunyai arti serambi rumah. Sekay ini mempunyai letak di tepat belakang pintu rumah dan mempunyai fungsi utama sebagai penerima tamu ketika ada acara.
  • Pores merupakan tempat selanjutnya yang ada di bagian depan rumah yang mempunyai kegunaan sama dengan sekay. Akan tetapi untuk perbedaan dari pores adalah digunakan untuk menerima tamu yang mempunyai hubungan keluarga dan juga bisa difungsikan sebagai tempat kegiatan sehari-hari.

Kesimpulan Rumah Adat Walewangko

Bagian kolong rumah merupakan ruangan selanjutnya yang ada pada rumah adat yang satu ini. dimana untuk bagian ini digunakan untuk tempat penyimpanan untuk peralatan sehari-hari yang digunakan untuk berkegiatan. Seperti misalnya tempat ini merupakan tempat untuk menyimpan berbagai alat pertanian, balok, dan juga kayu. Selain itu tempat ini juga bisa menjadi tempat untuk menyimpan hasil panen, padi, dan juga cadangan makanan untuk keluarga.

Bagian kolong juga bisa digunakan untuk tempat menyimpan hewan ternak yang biasanya akan dibuatkan kandang di kolong rumah. Adapun untuk letak dari bagian kolong rumah ini juga seperti namanya yaitu ada di bagian bawah rumah utama, sehingga di bawah rumah panggung dan pisah dengan bangunan utama yang digunakan untuk rumah.

Sedangkan untuk bagian rumah selanjutnya adalah bagian belakang rumah. Bagian ini merupakan ruangan yang digunakan untuk penyimpanan. Tetapi berbeda dengan bagian kolong yang digunakan untuk menyimpan peralatan bekerja, penyimpanan bahan makanan, dan juga hewan ternak. Untuk bagian belakang rumah ini merupakan tempat penyimpanan untuk alat memasak dan juga melakukan kegiatan sehari-hari seperti mencuci dan memasak. Sedangkan untuk bagian atasnya yaitu loteng digunakan untuk menyimpan hasil panen.

2. Rumah adat Bolaang Mongondow

Jenis rumah adat Minahasa selanjutnya adalah Bolaang Mongondow yang mempunyai beberapa jenis rumah. Perbedaan jenis rumah tersebut pada umumnya dapat dibedakan dari fungsi rumah tersebut di masa lalu. Sehingga hal tersebut juga akan membedakan tujuan dari jenis rumah yang dibangun oleh suku ini. Adapun untuk lebih jelasnya mengenai jenis rumah adat ini adalah:

  • Pertama adalah Komalig yang merupakan jenis rumah masyarakat yang digunakan untuk raja setempat dan juga hanya boleh dimasuki oleh utusan raja.
  • Rumah Genggulang merupakan jenis rumah adat darurat yang dibangun di tengah hutan ataupun perkebunan. Fungsi rumah ini adalah untuk tempat bersantai atau beristirahat ketika melakukan pekerjaan di perkebunan.
  • Rumah Silidan merupakan rumah masyarakat biasa.
  • Rumah Baloi merupakan rumah yang tua dan sudah lama.
  • Rumah Lurung merupakan rumah dengan ukuran kecil untuk beristirahat.

Sama seperti rumah adat Minahasa, untuk rumah jenis ini juga mempunyai tiga bagian penting dalam rumah. Dimana untuk rumah bagian pertama adalah rumah bagian bawah yang mempunyai bagian dari susunan kayu yang melintang dan mempunyai lebar dengan luang bangunan. Bangunan rumah bawah ini mempunyai bagian seperti talog, oigi, otong, dan langko.

Untuk bagian selanjutnya adalah bagian atas rumah yang mempunyai nama katao. Bagian rumah ini mempunyai tiang raja yang dinamakan oigi binubungan. Sedangkan untuk kayunya disebut dengan bindubungan. Selain itu komponen lainnya adalah bentaga yang merupakan kayu penyangga yang miring dan juga lotak sebagai kayu yang digunakan untuk penyangga atap rumah.

Sedangkan untuk bagian rumah adat Minahasa terakhir dari jenis Bolaang Mongondow adalah bagian tengah rumah. Bagian ini mempunyai kayu yang membujur dari depan hingga belakang rumah. Ada juga penyangga yang disebut dengan solabako, pangarian yang berada diantara tiang rumah, dan juga dopi yang merupakan dinding atau pintu rumah jenis ini.

rumah adat minahasa

Related posts

Tinggalkan Balasan

Required fields are marked *