Subscribe Now

* You will receive the latest news and updates on your favorite celebrities!

Trending News

Kategori

Mengenal Karakteristik Rumah Adat Melayu Secara Lebih Dalam
Rumah, Rumah Adat

Mengenal Karakteristik Rumah Adat Melayu Secara Lebih Dalam 

Rumah Adat Melayu – Perkembangan zaman yang semakin maju dan modern ternyata juga berdampak pada semakin banyaknya ragam rumah adat yang dimiliki oleh suku-suku yang mendiami wilayah di Indonesia. Banyak sekali rumah adat yang dimiliki rumah adat suku tersebut digunakan sebagai tempat tinggal yang nantinya bisa menghindarkan dari panas matahari, hujan sampai dengan serangan binatang buas.

Bentuk rumah yang ada pada zaman sekarang tentunya juga sudah cukup berbeda dengan rumah adat pada masa dahulu. Seperti contohnya adalah rumah adat Melayu. Ada banyak sekali rumah suku di Indonesia yang sangat dipengaruhi oleh budaya khas Melayu.

Rumah adat Melayu merupakan rumah yang secara umum dalam proses pembuatannya menggunakan bahan material kayu. Rumah adat yang sangat dipengaruhi oleh budaya Melayu pada zaman dahulu kebanyakan dimiliki oleh penduduk yang tinggal di kampung dan pastinya juga tidak asing bagi suku Melayu itu sendiri. Rumah Melayu kebanyakan dibangun tanpa menggunakan paku.

Cara pembuatannya juga masih menggunakan cara-cara yang masih tradisional. Sebelum adanya pengaruh dari dunia luar, penduduk yang berasal dari tanah Melayu adalah mereka yang merupakan orang asli dan tinggalnya berada di sekitar daerah Semenanjung Tanah Melayu dan juga di wilayah Sumatera. Selain itu juga mereka yang berasal dari daerah Borneo. Mereka pada jamanya dipercaya sudah mampu menciptakan rumah yang sangat cantik dan megah yang disesuaikan dengan gaya hidup mereka serta alam yang ada di sekitar tempat tinggalnya.

Kerangka yang dimiliki rumah adat Melayu sebagian besar menggunakan sistem tebuk tembus serta pasak sehingga tidak menggunakan paku sebagai media perekat antar bahan atau material bangunan. Akan tetapi karena pengaruh zaman yang sudah semakin modern saat ini sudah banyak rumah Melayu yang menggunakan paku sebagai media perekatnya. Rumah Melayu juga memiliki ciri khas yang unik dan disesuaikan dengan adat serta alam yang ada di sekitar mereka. Ada banyak sekali kelebihan yang dimiliki oleh rumah Melayu.

Rumah Melayu sendiri terdiri dari beberapa bagian ruangan. Untuk ruang yang utama atau lebih sering dipanggil dengan istilah Rumah Ibu. Dan untuk bagian yang lain disebut dengan istilah Rumah Dapur. Sebagian besar rumah Melayu berjenis rumah panggung dengan ukurannya yang cukup besar. Dalam budaya Melayu dalam pembangunan rumah tradisional disebut dengan istilah Seni Bina. Rumah memang memiliki peranan yang sangat penting bagi orang Melayu. Tidak hanya digunakan sebagai tempa tinggal saja namun juga digunakan untuk melakukan beberapa kegiatan seperti upacara adat dan lain sebagainya.

Dalam proses pembangunan rumah adat Melayu dilakukan sebaik mungkin. Hal ini dikarenakan rumah juga digunakan sebagai lambang sebaik-baiknya dari kesempurnaan hidup. Dalam kehidupan masyarakat Melayu apabila seseorang tidak memiliki rumah sendiri maka dianggap tidak atau kurang bertanggung jawab terhadap kehidupan keluarganya apabila mereka sudah berkeluarga. Maka dari itu, bagi orang Melayu memiliki rumah adalah suatu keharusan meskipun bentuknya sederhana. Seperti peribahasa yang dikatakan oleh orang Melayu bahwa semut yang kecil saja memiliki rumah maka sudah suatu keharusan bahwa manusia harus memiliki rumah sendiri.

Banyak masyarakat Melayu yang sangat mendambakan ingin memiliki rumah yang mewah dan bagus. Mulai dari bangunan fisiknya yang disesuaikan dengan ketentuan adat dan serta disesuaikan dengan kebutuhan penghuninya. Dari segi kepercayaan spiritual orang Melayu menjelaskan bahwa rumah mampu digunakan sebagai media untuk mendatangkan kebahagiaan, kedamaian serta kenyamanan dan ketentraman. Hal tersebut yang menjadikan banyak rumah Melayu yang menggunakan banyak sekali pertimbangan yang sangat cermat saat proses pembangunan.

Mulai dari lambang-lambang yang ada di dalam rumah bisa digunakan sebagai salah satu bentuk refleksi nilai dari budaya masyarakat. Apabila sebuah rumah Melayu dibangun disesuaikan dengan adat dan budaya yang dipercaya oleh masyarakat, maka rumah tersebut dipercaya mampu untuk mendatangkan berbagai macam keuntungan, kesejahteraan sampai dengan kenyamanan bagi penghuninya. Saat proses pembangunan rumah tradisional Melayu sangat disesuaikan dengan syariat Islam yang merupakan agama mayoritas yang dianut oleh suku Melayu.

Akan tetapi karena pengaruh dari berbagai macam budaya dari bangsa Timur, kemudian membuat munculnya berbagai macam ukiran dan hiasan yang lebih bervariasi. Ukiran-ukiran tersebut bisa berupa satwa, gambar naga, ikan, burung dan beberapa jenis binatang yang lain. Pemilihan motif tersebut sangat disesuaikan dengan iklim, adat kepercayaan masyarakat, sampai dengan syariat Islam. Salah satu hal terpenting yang diperhatikan saat proses pembangunan rumah tersebut adalah dilakukan dengan cara musyawarah.

Ada beberapa langkah yang harus dipenuhi dan diperhatikan saat membuat rumah Adat Melayu. Hal pertama yang harus diperhatikan adalah dengan melakukan musyawarah terlebih dahulu. Musyawarah tersebut dilakukan di dalam lingkungan keluarga atau melakukan musyawarah dengan masyarakat sekitar. Dalam musyawarah tersebut biasanya akan membahas beberapa hal penting seperti jenis bangunan apa yang akan dibuat, bahan apa saja yang diperlukan, lokasi untuk mendirikan bangunan sampai dengan tukang yang akan membuat rumah tersebut. Selain itu yang tidak kalah penting adalah waktu yang tepat untuk mendirikan rumah tersebut.

Ada banyak sekali jenis rumah Melayu yang ada di Indonesia. Adat musyawarah dan gotong royong yang digunakan oleh masyarakat Melayu saat mendirikan rumah tersebut merupakan salah satu dasar kehidupan tradisional yang menjadi landasan dalam menyelesaikan pekerjaan yakni saat mendirikan rumah tersebut. Ada banyak karakteristik rumah Melayu yang mungkin memang tidak begitu dimengerti oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Jadi berikut ini adalah beberapa penjelasannya:

1. Apabila disesuaikan dengan tipe ruang yang dimiliki oleh Rumah Melayu pada umumnya memiliki tiga jenis ruang yang terdiri dari rumah tiang enam, rumah tiang enam yang memiliki serambi, rumah tiang duabelas dan rumah serambi. Tipologi yang dimiliki rumah Melayu adalah rumah panggung atau rumah yang memiliki kolong. Hal tersebut karena disesuaikan dengan iklim daerahnya.

2. Rumah Melayu didirikan di atas tiang yang memiliki tinggi kurang lebih antara 1,50-2,40 meter. Sedangkan untuk ukuran rumah memang tidak ditentukan untuk ukuran besarnya. Ukuran besar dan kecil rumah disesuaikan dengan kemampuan ekonomi pemilik rumah. Sebagian besar rumah didirikan di pinggir pantai atau sungai. Dan dibuat tiang yang tinggi supaya rumah tidak mudah terendam oleh air saat banjir.

Untuk bagian rumah adat Melayu terdiri dari beberapa bagian yakni atap dan bubungan yang dalam pembuatannya menggunakan daun nipah tetapi dalam perkembangannya sudah banyak yang menggunakan seng. Bagian kedua ada perabung dan teban layar bentuknya lurus yang disesuaikan dengan hati orang Melayu yang selalu lurus. Ketiga adalah tiang. Tiang ini memiliki bentuk bulat atau bisa juga persegi. Terakhir adalah jendela dan tangga. Untuk jendela bentuknya menyerupai pintu dan akan tetapi ukurannya lebih kecil. Sedangkan untuk tangga biasanya arahnya menghadap ke jalan umum dan tiap tangga biasanya berbentuk segi empat atau bulat.

Related posts

Tinggalkan Balasan

Required fields are marked *