Subscribe Now

* You will receive the latest news and updates on your favorite celebrities!

Trending News

Kategori

Menilik 7 Keunikan yang Ada Pada Rumah Adat Krong Bade
Rumah, Rumah Adat, Rumah Adat Aceh

Menilik 7 Keunikan yang Ada Pada Rumah Adat Krong Bade 

Rumah adat Krong Bade – Indonesia pada dasarnya memang termasuk negara yang kaya, tidak hanya kaya dengan hasil alamnya saja, melainkan juga warisan budaya, termasuk diantaranya adalah keberadaan rumah adat dari berbagai daerah yang ada di dalam negeri. Salah satu diantaranya adalah yang berasal dari Aceh, pastinya banyak yang sudah tidak asing dengan rumah adat Krong Bade bukan. Ini adalah hunian atau tempat tinggal dari masyarakat yang ada di Aceh atau yang dikenal sebagai daerah Serambi Mekkah.

Provinsi pertama dalam penyebaran agama Islam ke nusantara ini memang sangat terkenal dengan religiusitasnya. Termasuk diantaranya dapat dilihat dari hasil peninggalan-peninggalan mereka, salah satu diantaranya adalah hunian atau rumah adat masyarakat. Bentuknya sendiri seperti rumah-rumah pada zaman dahulu, yaitu mirip seperti rumah panggung yang fungsinya tak hanya dipakai sebagai tempat tinggal, melainkan juga perlindungan dari hewan buas dan digunakan sebagai sarana untuk menghindari air luapan sungai atau banjir.

Hingga sekarang ini memang sudah jarang diantara masyarakat yang tinggal di rumah adat tersebut, karena sudah masuk modernisasi dan juga banyak diantara bahan bangunan yang jauh lebih kuat dipakai sebagai bahan pembuatan rumah jika dibandingkan dengan kayu biasa. Meskipun masih ada peninggalannya, namun hanya sebatas dijadikan sebagai cagar budaya.

Keunikan Rumah adat Krong Bade

Setidaknya adapun diantaranya beberapa keunikan dari rumah adat Krong Bade ini yang patut untuk Anda ketahui, diantaranya adalah:

1. Dibangun tanpa memakai paku

Sebenarnya sama seperti rumah-rumah peninggalan zaman dahulu yang lainnya, maka dalam pembangunan dari rumah adat Aceh ini sendiri juga dibangun tanpa mengandalkan satu pun biji paku yang dipakai untuk merekatkan antara satu bagian dengan bagian yang lainnya. guna menghubungkan antara satu bagian dengan yang lain maka dipakai tali pengikat yang dinamakan sebagai taloe meu ikat. Tali yang satu ini dibuat dari bahan dasar yaitu rotan, kemudian tali ijuk sampai dengan bahan baku yang terbuat dari kulit pohon waru.

2. Mengandalkan bahan baku dari alam

Rumah adat Aceh ini sendiri tidak memakai bahan atau material yang dibuat seperti batu bata dan sejenisnya, melainkan sebuah bagian dari bangunan tersebut mengandalkan material dari alat, mulai diantaranya adalah pada dindingnya yang menggunakan kayu, kemudian juga bagian pondasinya hingga atap. Termasuk yang digunakan untuk menghubungkan atau mengikat antara satu bagian dengan yang lainnya maka mengandalkan rotan, kemudian kulit pohon waru juga banyak digunakan disini.

3. Adanya ukiran pada bagian dinding rumah adat ini melambangkan status sosial

Adapun juga dekorasi yang menyertai Rumah krong Bade tersebut, yaitu dengan ukiran flora atau tumbuh-tumbuhan yang biasanya akan dilapisi dengan warna-warna terang seperti kuning dan juga emas. Keberadaan dari dekorasi atau ukiran tersebut sebenarnya tidak hanya menjadi penambah nilai estetikanya saja, melainkan juga dimaksudkan untuk memperlihatkan status sosial dari pemilik rumah tersebut. Semakin banyak jumlah ukiran maka menunjukkan kondisi atau status sosial yang tinggi bagi pemiliknya.

4. Kebiasaan memberikan hormat setiap masuk ke rumah adat Krong Bade

Masyarakat Aceh sendiri biasanya akan menyediakan sebuah gentong berisi air yang ada di bagian depan pintu masuk dari rumah tersebut, dengan tujuan agar nantinya tamu yang datang mencuci atau membersihkan kakinya terlebih dahulu sebelum masuk kedalam rumah. Ini adalah sebagai bentuk bahwa tamu yang datang tersebut memiliki niat yang baik kepada pemilik rumahnya.

Ditambah lagi salah satu keunikannya adalah dari segi ukuran pintu dari rumah tersebut yang lebih pendek dibandingkan dengan tinggi manusia pada umumnya, yaitu antara 120 hingga 150 cm. Pembuatan ukuran pintu yang lebih pendek ini bukan tanpa maksud, melainkan digunakan agar tamu memberikan penghormatan atau disana disebut sebagai ‘saleum horeumat pada ahli bait’ salam hormat yang ditujukan bagi pemilik rumah, tanpa mengenal kasta maupun juga kelas sosial dan ekonomi.

5. Rumah yang anti gempa

Keunikan lainnya dari rumah adat Krong Bade ini adalah dibuat dengan arsitektur yang memang anti gempa. Hal ini dikarenakan memang rumah adat tersebut sengaja dibuat dengan bahan baku dari kayu atau alam, kemudian juga hanya diikat dengan memakai rotan atau bahan alami yang lainnya, tanpa adanya paku sama sekali. Sehingga membuat rumah tersebut juga memiliki kekuatan yang benar-benar baik jika seandainya terjadi guncangan gempa, aman bagi penghuninya.

6. Dibekali dengan anak tangga yang jumlahnya selalu ganjil

Konsepnya adalah rumah panggung, dimana dari tanah sampai dengan menginjak ke bagian pintu masuk rumah tersebut nantinya harus menaiki anak tangga. Uniknya disini adalah jumlah anak tangga selalu ganjil. Dengan tinggi anak tangga sampai ke bagian pintu tersebut antara 2,5 hingga 3 meter. Jumlah anak tangganya sendiri berkisar antara 7 hingga 9 buah anak tangga. Ini memiliki filosofi yaitu sebagai sebuah simbol mengenai sifat religius dari masyarakat Aceh sendiri.

7. Memiliki 4 bagian

Rumah adat Krong Bade ini sendiri tak hanya satu ruangan, melainkan di dalam rumah tersebut setidaknya ada 4 buah bagian atau ruang yang fungsinya berbeda-beda, berikut ini diantaranya yang patut diketahui, yaitu:

  • Ruang depan,
    disebut juga sebagai seuramoe koue, ini adalah bagian depan dari rumah adat tersebut, biasanya akan digunakan oleh pemiliknya sebagai tempat untuk menerima tamu, juga sering kali digunakan sebagai ruangan bersantai, sampai dengan tempat belajar untuk penghuni rumah tersebut. Di bagian ruangan depan tersebut kerap kali digelar atau dipasang sebuah karpet yang besar untuk memberikan kenyamanan bagi tamu yang datang, digunakan sebagai alas untuk duduk.
  • Ruang tengah,
    istilah lainnya adalah seuramou teungoh, ini adalah ruangan inti dan uniknya memiliki lantai yang sengaja dibuat lebih tinggi jika dibandingkan dengan ruangan atau bagian yang lainnya. bagian yang satu ini juga tertutup, sehingga lebih terjaga privacynya, dimana tidak sembarangan orang nantinya boleh atau bisa memasuki ruangan tersebut, melainkan hanya sebatas pada pemilik rumah saja. Di bagian ini biasanya terdiri dari kamar pemilik rumah, juga dipakai sebagai kamar pengantin, hingga digunakan sebagai tempat pemandian mayat ketika ada anggota keluarga yang meninggal dunia.
  • Ruang belakang,
    ruang belakang atau seuramoe likot digunakan sebagai area dapur dan juga ruang makan, hingga tempat untuk bercengkrama semua anggota keluarga. Umumnya memiliki lantai yang lebih rendah dibandingkan dengan bagian rumah yang lainnya.
  • Ruang bawah,
    terdapat juga ruang bawah yang nantinya akan dipakai sebagai tempat menyimpan barang-barang bagi pemilik rumah tersebut, seperti diantaranya adalah alat penumbuk padi dan juga hasil panen. Biasanya juga digunakan sebagai tempat dalam membuat kain tradisional.

Banyak bukan keunikan yang hanya ada pada rumah adat Krong Bade ini, salah satu warisan budaya yang juga harus dijaga agar tetap lestari.

Related posts

Tinggalkan Balasan

Required fields are marked *