Subscribe Now

* You will receive the latest news and updates on your favorite celebrities!

Trending News

Kategori

Mengenal Rumah Adat Jambi yang Belum Banyak Diketahui
Rumah, Rumah Adat, Rumah Adat Jambi

Mengenal Rumah Adat Jambi yang Belum Banyak Diketahui 

Rumah Adat Jambi – Keberagaman nusantara memang tidak hanya dapat dilihat dari bahasa yang dipakai oleh masyarakat saja, salah satu diantaranya juga dapat terlihat dari rumah adat atau hunian tempat tinggal masyarakat tersebut, karena nyatanya setiap suku yang ada di Indonesia memiliki rumah adat yang berbeda-beda, salah satu diantaranya adalah rumah adat Jambi. Jambi sendiri pada dasarnya merupakan sebuah provinsi yang terletak di Sumatera Utara dan memang dikenal oleh Suku Batin. Ini adalah salah satu suku yang sampai sekarang masih mempertahankan adat istiadat mereka.

Salah satu diantara adat istiadat yang mereka pertahankan adalah dari segi hunian, dimana disini Anda dapat menjumpai rumah adat khas dari suku tersebut yang dikenal dengan nama rumah kajang leko. Dari segi arsitektur rumah adat masyarakat Jambi ini sendiri memang terbilang unik, tidak kalah jika dibandingkan dengan rumah adat dari suku yang lainnya di Indonesia.

Keunikan rumah adat jambi

Berikut ini diantaranya beberapa keunikan yang ada pada rumah adat Jambi tersebut yang wajib Anda ketahui, yaitu:

1. Konstruksi bangunan

Hal pertama yang dilihat dari rumah adat masyarakat Jambi ini memang dari segi tampilan bangunannya yang terbilang tinggi, sehingga dikenal juga sebagai rumah panggung. Pembuatan bangunan yang tinggi ini sendiri sebenarnya bukan tanpa maksud, melainkan digunakan untuk melindungi dari serangan binatang buas.

Juga dipakai agar tidak sampai terkena dampak banjir, karena kawasan ini dulunya memang sangat rentan terhadap bencana alam musiman yaitu banjir. Setidaknya rumah mereka memiliki bentuk persegi dengan ukuran 12 x 9 meter. Bangunan tersebut nantinya akan ditopang dengan 30 tiang utama dan juga 6 tiang pelamban.

Untuk bisa masuk ke dalam rumah tersebut tamu nantinya harus menaiki sebuah undakan anak tangga yang letaknya ada di bagian kanan yang digunakan sebagai tangga utama, sedangkan yang ada di sebelah kiri ini adalah tangga penteh. Sedangkan jika dilihat dari segi konstruksi bagian atapnya juga cukup unik, ia diberi nama dengan ‘gajah mabuk’.

Sedangkan pada bagian dinding kajang tersebut begitu cantik dibuat dari bahan kayu dan tambahan ukiran. Pada bagian langit-langitnya sendiri dibuat dari material dengan nama tebar layar, yaitu sebuah plafon yang menjadi pemisah antara loteng dan ruangan yang ada di bagian bawahnya, lotengnya sendiri dimanfaatkan sebagai sarana penyimpanan.

2. Jumlah ruangan

Setidaknya pada rumah adat masyarakat Jambi ini sendiri terbagi atas beberapa ruangan di dalamnya, diantaranya adalah:

Pelamban

ini adalah bagian bangunan yang letaknya adalah di bagian kiri dari bangunan induk, bahan baku untuk pembuatan lantainya adalah dari bambu yang telah diawetkan, kemudian dipasang dengan fungsi untuk mempermudah air yang nantinya akan mengalir melaluinya.

Ruang gaho

ruangan ini berada di bagian sebelah kiri bangunan dan juga arahnya memanjang, pada ruangan ini biasanya akan terdapat sebuah dapur, juga ruangan yang digunakan sebagai tempat dalam menyimpan air dan juga bahan makanan yang lainnya.

Ruang masinding

dikenal juga sebagai serambi bagian depan, dipakai sebagai tempat untuk menerima tamu, biasanya juga akan digunakan sebagai tempat dalam melakukan musyawarah adat dan tempat duduk-duduk orang biasa. Salah satu keunikan dari ruangan ini memang hanya digunakan untuk menampung tamu laki-laki saja.

Ruang tengah

letaknya memang ada di bagian tengah-tengah bangunan, itulah mengapa dikenal sebagai ruang tengah. Namun antara ruang tengah dan juga ruang masinding tidak diberikan sekat dinding, pada saat dilakukan upacara adat, maka ruangan tersebut akan ditempati oleh kaum hawa atau perempuan.

Ruang balik menahan

Pada rumah adat Jambi juga terdapat ruangan yang dinamakan sebagai ruang balik menahan, ruang ini biasanya akan digunakan sebagai serambi yang juga terdiri dari beberapa jenis ruangan lain yang ada di dalamnya, seperti diantaranya adalah ruang tidur untuk orang tua maupun ruang tidur yang diperuntukkan untuk anak gadis, kemudian juga ruang makan.

Ruang balik melintang

Selain itu juga terdapat ruang balik melintang, letaknya ada di bagian ujung sebelah kanan dari bangunan rumah tersebut, ruangan ini akan menghadap ke bagian tengah dan juga menghadap ke ruang masinding, ukurannya setidaknya adalah 2 x 9 meter, lantai dari ruangan ini dibuat lebih tinggi dibandingkan dengan ruangan lain yang ada pada rumah adat Jambi karena memang dianggap sebagai ruangan utama, bahkan ruangan ini juga tidak boleh ditempati oleh sembarangan orang.

Ruang atas

Dikenal juga dengan nama peteh, ruangan yang satu ini letaknya ada di bagian atas dari bangunan rumah tersebut, seperti sebuah plafon yang nantinya akan membatasi antara atap dan juga bagian yang ada di bawahnya. Peteh ini umumnya akan dijadikan sebagai tempat dalam menyimpan berbagai jenis barang. Baik itu bahan makanan maupun barang-barang yang lainnya.

Ruang bawah

Dikenal dengan nama bauman, ruangan bagian bawah ini tidak memiliki lantai maupun dinding, biasanya akan dipakai sebagai tempat untuk memasak, ketika tengah diadakan pesta maupun kegiatan-kegiatan yang lainnya. tak jarang juga ruangan tersebut akan dipakai sebagai tempat penyimpanan.

3. Ornamen

Salah satu ciri khas dari rumah adat Jambi ini juga tidak bisa dipisahkan dari keberadaan ornamen atau hiasan yang menyertainya. Banyak sekali diantara ornamen yang digunakan sebagai penambah motif bangunan agar terlihat lebih estetik dengan beragam ukiran tentunya, salah satu ciri khas yang ada pada ornamen rumah adat masyarakat Jambi tersebut adalah motif bunga layaknya bungo tanjung, bungo jeruk dan juga tampuk manggis.

Biasanya untuk bungo tanjung sendiri aka dijadikan sebagai ukiran utama yang ditempatkan pada bagian depan masinding, sedangkan untuk bungi jeruk ada di bagian luar rasuk dan juga di atas pintu. Hal ini menunjukkan bahwa memang Jambi ini kaya akan berbagai macam tumbuhan yang indah, selain itu juga digunakan sebagai lambang peran hutan bagi masyarakat setempat.

Salah satu keunikannya lagi adalah motif tersebut memang sengaja dibuat berwarna sehingga tampak jauh lebih indah. Tak hanya itu terdapat juga motif fauna pada rumah adat masyarakat Jambi tersebut, biasanya motif ikan digunakan oleh masyarakat yang mata pencahariannya adalah nelayan. Khusus untuk jenis motif fauna ini sendiri memang sengaja dibuat tidak disertai dengan warna.

4. Susunan antara rumah yang satu dengan lainnya

Khusus untuk rumah adat Jambi yang ada di kawasan Rantau Panjang akan dibangun dalam satu kompleks yang memiliki bentuk berderet memanjang, rumah tersebut dibangun dengan saling berhadap-hadapan, dengan jarak sekitar 2 meter. Khusus untuk bagian belakang dari setiap rumah tersebut terdapat sebuah bangunan khusus yang akan dipakai untuk menyimpan padi. Pada bangunan ini sering kali disebut sebagai lumbung atau bilik.

Kebanyakan diantara masyarakat yang masih menggunakan rumah adat tersebut adalah mereka yang tinggal di pedesaan, khususnya adalah kawasan Jambi Seberang.

Related posts

Tinggalkan Balasan

Required fields are marked *