Subscribe Now

* You will receive the latest news and updates on your favorite celebrities!

Trending News

Kategori

8 Keunikan Rumah adat Honai yang perlu diketahui
Rumah, Rumah Adat

8 Keunikan Rumah adat Honai yang perlu diketahui 

Rumah adat Honai – Honai termasuk sebagai salah satu rumah adat yang cukup terkenal milik masyarakat Papua. Juga termasuk sebagai salah satu hunian tradisional yang masih ada atau banyak dipakai hingga saat ini. di tengah-tengah masyarakat yang sudah mulai meninggalkan hunian tradisional, maka masyarakat Papua sendiri masih cukup setia dalam melestarikannya. Rumah adat Honai ini sendiri pada dasarnya banyak berada di kawasan Lembah Baliem, yaitu daerah yang masih di tinggali oleh Suku Dani, dimana rumah tersebut terbuat dari bahan dasar kayu yang beratapkan jerami.

Memang jika dilihat keberagaman Indonesia sangatlah kaya, mulai diantaranya yang ada di ujung Barat, sampai dengan yang berada di ujung Timur Indonesia, hanya saja memang sampai sekarang sudah jarang yang mau melestarikannya, karena terpengaruh oleh budaya modern.

Hanya saja ternyata di Papua ini sendiri masih banyak sekali yang melestarikan peninggalan dari nenek moyang, termasuk dalam hal hunian, ini banyak diantaranya masyarakat yang masih tinggal di rumah Honai tersebut. Apalagi masyarakat Papua sendiri memang dikenal menjunjung tinggi adat istiadat mereka dan masih diterapkan dalam kehidupan sehari-harinya.

Keunikan Rumah Adat Honai

Ada banyak sekali diantara keunikan pada rumah adat Honai ini yang patut untuk Anda ketahui, diantaranya adalah:

1. Asal muasal nama Honai

Honai ini adalah tempat tinggal Suku Dani yang berasal dari kata ‘Hun’ dan juga ‘ai’, dimana artinya adalah rumah untuk laki-laki. Itulah mengapa tidak heran jika seandainya yang menghuni rumah adat ini adalah kaum laki-laki.

Rumah tersebut memiliki bentuk unik menyerupai sebuah jamur yang digunakan untuk menahan dari air hujan, dan juga digunakan untuk melindungi dari dinginnya lingkungan yang ada di sekitarnya. Jika para pria tinggal di rumah Honai ini lalu bagaimana dengan wanita? Tidak perlu khawatir karena kaum hawa juga tetap tinggal di rumah, namun rumah tersebut diberi nama dengan Ebai.

2. Tidak memiliki jendela

salah satu keunikan yang juga bisa ditemukan di rumah adat masyarakat Papua tersebut adalah Anda tidak akan menjumpai keberadaan jendela sama sekali. Rumah dengan tinggi sekitar 2,5 meter ini hanya dibekali dengan sebuah pintu yang difungsikan untuk keluar masuk. Sedangkan luas ruangannya sendiri hanyalah sebesar 5 meter saja.

Tujuan dari pembuatan ruangan yang sempit dan juga tidak dibekali dengan keberadaan jendela ini sendiri adalah untuk membuat kondisi di dalam rumah tersebut tetap hangat, melindungi dari dinginnya udara pada malam hari, apalagi berada di kawasan pegunungan yang suhunya memang cukup dingin. Untuk itulah tak jarang masyarakat juga menyalakan api di dalam rumah agar lebih hangat.

3. Sempit namun fungsional

meskipun luas dari rumah Honai ini hanya sekitar 5 meter saja, namun tidak perlu khawatir, karena hunian yang satu ini sangatlah fungsional. Seperti pada lantai atas yang dipakai sebagai tempat untuk tidur, sedangkan pada bagian lantai bawahnya digunakan sebagai tempat berkumpul untuk kegiatan masyarakat.

4. Masih beralaskan rumput untuk tidur

Di rumah adat Honai ini Anda tidak akan pernah menjumpai furniture seperti halnya yang setiap hari dipakai di rumah, misalnya adalah kasur. Bahkan untuk kebutuhan beristirahat atau tidur saja, maka masyarakat setempat tidak memakai atau beralaskan kasur, melainkan hanya menggunakan rumput yang sudah dikeringkan, sarana ini jugalah yang nantinya dapat melindungi dari hawa dingin yang menusuk kulit pada malam hari, meskipun terbilang sederhana, namun juga sangat menarik.

5. Tersedia juga ruangan yang dipakai sebagai tempat penyimpanan mumi

Jika pada bagian atas rumah adat tersebut digunakan sebagai sarana untuk tidur, maka tidak dengan bagian bawahnya, karena kerap kali dipakai sebagai tempat untuk menyimpan jasad, namun jangan khawatir karena sebelumnya jasad tersebut telah diawetkan sebelumnya, proses pengawetan yang dilakukan oleh masyarakat tersebut juga terbilang unik, yaitu dengan cara mengasapkan. Selain itu pada bagian ruang bawahnya juga sering kali dijadikan sebagai tempat dalam menyimpan alat perang atau benda warisan dari para leluhur.

6. Digunakan untuk penyimpanan hasil ladang

Rumah adat Honai ini selain dijadikan sebagai tempat tinggal dan juga untuk menyimpan jasad, tak jarang diantaranya yang dipakai untuk menyimpan hasil ladang mereka, sebut saja diantaranya adalah ubi manis dan juga umbi-umbian yang memang menjadi makanan pokok utama masyarakat Suku Dani. Jika seandainya sudah masuk pesta bakar batu atau juga dikenal sebagai pesta memasak makanan di dalam tumpukan batu secara bersama-sama. Maka nantinya mereka hanya tinggal mengambil cadangan makanan yang sebelumnya sudah disimpan dalam rumah.

7. Terdapat rumah khusus untuk tempat tinggal wanita yaitu Ebai

Sebenarnya Ebai ini sendiri sama halnya dengan rumah Honai, hanya saja yang membedakan adalah siapa yang tinggal di dalamnya. Jika Honai dijadikan sebagai tempat tinggal untuk para kaum laki-laki atau pria. Namun berbeda dengan Ebai ini, karena ia dijadikan sebagai tepat tinggal untuk wanita dan juga anak-anak. Dimana rumah ini juga akan dijadikan sebagai tempat mendidik akan perempuan mereka tentang hal-hal yang dilakukan saat menikah nanti.

8. Wamai

Ini adalah tempat yang dipakai sebagai kandang atau ternak untuk hewan peliharaan. Kebanyakan diantara masyarakat Suku Dani tersebut akan menernak beberapa jenis hewan, seperti diantaranya adalah ayam, babi maupun juga hewan anjing. Ukuran dari Wamai ini sendiri juga fleksibel karena menyesuaikan dengan jumlah hewan ternak yang dimiliki. Karena semakin banyak tentunya akan semakin besar.

Kesimpulan

Itulah setidaknya beragam keunikan yang ada pada rumah adat Honai ini dan pastinya bisa menambah pengetahuan Anda. Namun juga patut untuk diketahui bahwa di Papua sendiri sebenarnya rumah adat yang ada disana tak hanya satu yaitu Honai saja, melainkan juga terdapat banyak sekali rumah adat yang lainnya, karena memang pada dasarnya berbeda suku yang menghuni atau tinggal disana, maka akan berbeda pula bangunan adat yang ditinggalinya, berikut ini diantara yang lainnya, yaitu:

  1. Kariwari, jenis rumah adat yang satu ini biasanya digunakan atau ditempati oleh suku Tobati-Enggros, dimana mereka banyak tinggal atau bermukim di sekitar tepi Danau Sentani, Japura. Dipakai untuk mendidik anak laki-laki agar kelak siap untuk mencari nafkah.
  2. Rumsram, ini adalah rumah adat Papua uang digunakan oleh Suku Biak Numfor yang biasanya tinggal di pulau-pulau. Biasanya akan dihuni oleh laki-laki dan dipakai sebagai tempat mendidik mereka dalam hal pencarian dan juga pengalaman hidup, sehingga kelak bisa memimpin rumah tangganya. Bentuk atapnya sendiri cenderung unik karena memang mirip seperti perahu yang terbalik, hal ini dipakai sebagai penanda bahwa mata pencahariannya adalah nelayan. Memiliki tinggi kurang lebih 6 hingga 8 meter.

Selain rumah adat Honai memang di Papua sendiri juga terdapat jenis rumah adat Kariwari dan juga Rumsram.

Related posts

Tinggalkan Balasan

Required fields are marked *