Subscribe Now

* You will receive the latest news and updates on your favorite celebrities!

Trending News

Kategori

Struktur Rumah Adat Gadang dan Ciri Khasnya
Rumah, Rumah Adat

Struktur Rumah Adat Gadang dan Ciri Khasnya 

Rumah adat Gadang atau sering disebut juga dengan rumah Godang merupakan rumah adat yang dimiliki oleh masyarakat Minangkabau. Rumah adat tradisional tersebut bisa dengan mudah ditemukan di wilayah Sumatera Barat. Sedangkan untuk masyarakat yang tinggal di wilayah sekitar daerah Sumatera Barat menyebut nama rumah tersebut dengan sebutan rumah Bagonjong atau bisa juga disebut sebagai rumah Baanjuang. Rumah Gadang memang sebagian besar difungsikan sebagai rumah untuk tempat tinggal bersama. Namun selain itu juga memiliki berbagai macam aturan serta kaidah tersendiri.

Rumah adat Gadang memiliki banyak sekali keunikan yang ada di dalamnya. Seperti contohnya jumlah kamar yang dimiliki oleh rumah adat tersebut disesuaikan dengan jumlah perempuan yang tinggal di dalam rumah ini. Suatu ketentuan menjelaskan bahwa rumah Gadang biasanya dibangun di atas tanah induk yang dimiliki oleh suatu suku atau bisa juga kelompok turun menurun yang hanya dimiliki dan diwariskan oleh perempuan yang ada di dalam kelompok tersebut.

Informasi Awal

Rumah Gadang tidak hanya berfungsi dan digunakan sebagai tempat tinggal saja, akan tetapi rumah ini juga digunakan sebagai tempat untuk melakukan musyawarah bersama dengan anggota keluarga. Selain itu juga digunakan sebagai tempat untuk mengadakan berbagai macam acara adat seperti pernikahan, proses pewarisan nilai-nilai adat yang merupakan salah satu bentuk contoh representasi budaya matrilineal yang dianut oleh masyarakat setempat. Tidak hanya itu saja, ada satu lagi keistimewaan yang dimiliki oleh rumah Gadang yakni bagi masyarakat Minangkabau rumah Gadang dianggap menjadi salah satu tempat suci.

Rumah adat Gadang memiliki dekorasi dan bentuk bangunan yang sangat tinggi. Dari bentuk bangunannya yang tinggi tersebut kemudian melahirkan berbagai macam tata krama yakni siapa saja yang ingin memasuki rumah tersebut maka terlebih dahulu diwajibkan untuk mencuci kaki mereka. Arsitektur yang dimiliki oleh rumah Gadang memang sangat mirip dengan kapal yakni kecil pada bagian bawahnya dan besar pada bagian atasnya.

Atapnya berbentuk lengkung ke atas dengan ukuran kurang lebih mencapai setengah lingkaran. Bahan yang digunakan untuk membuat atap rumah ini terbuat dari daun rumbio atau nipah. Memiliki bentuk yang menyerupai tanduk kerbau dan memiliki jumlah lengkung bisa sampai 4 atau 6.

Elemen-Elemen Rumah Adabat Gadang

Rumah adat Gadang memiliki beberapa elemen yang memiliki makna dari berbagai macam simbolis yang dimiliki. Ada banyak sekali unsur yang dimiliki oleh rumah Gadang. Unsur-unsur tersebut terdiri dari beberapa bagian yang meliputi:

  • Gonjong atau struktur atap yang menyerupai tanduk.
  • Singkok, merupakan dinding yang berbentuk segitiga dan letaknya berada di bawah ujung gonjong.
  • Pereng atau disebut juga dengan rak yang letaknya berada di bawah singkok.
  • Anjuang atau bisa disebut juga dengan lantai yang mengambang.
  • Dindiang ari atau dinding yang berada di samping.
  • Dindiang tapi atau dinding yang terletak di bagian depan dan belakang.
  • Papan banyak merupakan fased depan.
  • Papan Sakapian atau rak yang berada di pinggiran rumah.
  • Salangko yang merupakan dinding di ruang bawah tanah.

Arsitektur yang dimiliki oleh rumah Gadang memang sangat terkenal dengan atapnya yang berbentuk runcing. Atap inilah yang kemudian disebut dengan istilah atap gonjong. Atap yang dimiliki oleh rumah ini juga memiliki ciri khas tersendiri yang bisa dengan mudah ditemukan di beberapa rumah yang ada di wilayah Minangkabau. Memang pada zaman dahulu atap rumah Gadang masih banyak yang menggunakan daun rumbia, akan tetapi karena pengaruh zaman yang sudah semakin modern sudah banyak sekali atap rumah yang menggunakan seng.

Atap rumah adat Gadang yang berbentuk gonjong dan runcing tersebut memiliki nilai filosofi yakni harapan untuk mencapai Tuhan dan juga dindiang yang secara tradisional terbuat dari potongan anyaman bambu sebagai lambang sebuah kekuatan dan utilitas yang dimiliki oleh masyarakat Minangkabau. Selain itu ada juga sebagian besar masyarakat yang menganggap bahwa atap rumah Gadang tersebut yang berbentuk gonjong tersebut merupakan simbol dari tanduk kerbau karena kerbau dinilai sebagai salah satu hewan yang memiliki keterkaitan yang cukup erat dengan suku Minangkabau.

Pilar Rumah Gadang

Rumah Gadang memiliki pilar yang sangat ideal dan disusun dalam bentuk lima baris yang saling berjajar yang ada di sepanjang rumah. Berdasarkan adat yang dipercaya oleh masyarakat Minangkabau bahwa setiap rumah Gadang setidaknya harus memiliki 5 ruangan meskipun jumlah idealnya adalah 9 ruang. Tidak hanya itu saja, Rumah Gadang juga memiliki banyak lumbung padi atau yang biasa disebut dengan Rangkiang. Rumah Gadang dibuat dalam bentuk empat persegi panjang dan kemudian dibagi menjadi 2 bagian. Yakni bagian muka dan bagian belakang. Untuk bagian dinding yang terdapat di bagian depan memiliki banyak ukiran yang terdiri dari berbagai macam motif yang disesuaikan dengan susunan serta letak papan.

Ukiran yang ada di rumah Gadang disesuaikan dengan ajaran falsafah Mingkabau yang bersumber dari alam. Sebagian besar ukiran yang ada di rumah Gadang merupakan salah satu bentuk simbolisasi ragam hiasan yang memiliki bentuk melingkar dan persegi. Untuk motifnya biasanya menyerupai tumbuhan rambat, akar yang memiliki daun, berbunga dan memiliki buah. Motif lain yang bisa dijumpai di dalam hiasan yang ada pada rumah Gadang adalah motif geometri segi tiga, segi empat atau bisa juga menyerupai jajaran genjang.

Rumah Gadang Tidak Memiliki Paku

Rumah Gadang tidak menggunakan paku sebagai alat untuk merekatkan bangunan. Akan tetapi dalam proses membangunnya mereka menggunakan pasak yang sebagai media untuk menyambung. Hal inilah yang membuat bangunan memiliki sifat yang sangat lentur. Tidak hanya itu saja, kaki dan bangunan yang dimiliki oleh rumah tersebut sama sekali tidak ada yang menyentuh tanah. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan tapak kaki rumah ini dilapisi dengan menggunakan batu sandi. Batu tersebut memiliki fungsi yang sangat penting yakni digunakan sebagai peredam apabila terjadi getaran gelombang yang muncul dari permukaan tanah saat terjadi gempa bumi.

Karena bangunan yang tidak menyentuh bumi dan tanah secara langsung hal ini berdampak ketika ada gempa bumi maka rumah gadang tidak akan runtuh melainkan hanya berayun mengikuti getaran gelombang yang ditimbulkan oleh kekuatan getaran yang berasal dari dalam bumi. Keunikan bangunan atau konstruksi yang dimiliki oleh rumah Gadang juga sangat disesuaikan dengan adat serta kebudayaan yang ditinggalkan oleh leluhur mereka.

Arsitekturnya yang sangat megah dan mewah yang dimiliki oleh rumah adat Gadang menjadi daya tarik tersendiri bagi banyak sekali turis untuk datang baik dari turis lokal maupun internasional untuk datang ke daerah Sumatera Barat dengan tujuan untuk belajar atau hanya rekreasi saja. Budaya yang dimiliki oleh suku Minangkabau juga sangat menarik dan sebagai bentuk budaya yang dimiliki oleh suku di Indonesia yang wajib di jaga dan dilestarikan.

Related posts

Tinggalkan Balasan

Required fields are marked *