Subscribe Now

* You will receive the latest news and updates on your favorite celebrities!

Trending News

Kategori

Rumah Adat Betawi: Sejarah, Makanan dan Adat Istiadat
Rumah, Rumah Adat, Rumah Adat Betawi

Rumah Adat Betawi: Sejarah, Makanan dan Adat Istiadat 

Rumah adat Betawi – Suku betawi merupakan suku yang tinggal di Jakarta dan beberapa penduduknya merupakan hasil kawin dari beberapa etnis yang ada di masa lalu. Orang betawi biasanya memiliki campuran biologis dengan suku maupun bangsa yang datang dari Belanda menuju Batavia.

Kelompok ini hidup di Jakarta dan perpaduan seperti orang Tionghoa, Melayu, Sunda, Bugis, Bali, Makassar, Arab dan Ambon. Sebagian peneliti mengungkapkan bahwa campuran darah orang betawi berasal dari Belanda yang datang Ke Batavia. Rumah adat betawi tentu dimiliki suku betawi sebagai ciri khas yang dimiliki dan masih ada hingga saat ini.

Sejarah dimulai pada tahun 1673 dimana asal suku betawi adalah Babad Tanah Jawa yang menemukan kata Negeri Betawi dan secara geografis suku ini berada di Pulau Jawa yang memiliki sosial budaya yang dekat Melayu Islam.

Awalnya adalah Pitawi yang mengacu pada larangan dan sejahrawan mengaitkannya dengan Candi Batu Tatar Pasunan sebagai kota suci yang tertutup sedangkan Karawang sebagai kota terbuka. Betawi berasal dari kata Melayu Brunie yang berarti Giwang dan mengacu pada ekskavasi Babelan di Kabupaten Bekasi yang ditemukan pada ke-11. Betawi dapat berasal dari jenis pepohonan dan beberapa nama tempat menggunakan nama jenis flora.

Ketika masa renaisans, sejahrawan Belanda mengatakan bahwa Batavia melakukan promosi terkait status nenek moyang dari orang Belanda. Lalu menyebut dirinya sebagai Batavia hingga muncullah Republik Batavia menggantinya menjadi Kota Jayakarta pada tahun 1619 dan pada tahun 1942 berubah menjadi Djakarta.

Batavia digunakan mendirikan Betawi Suriname dan penggunaan Betawi dari suku masa Hindia Belanda dan diawali dengan terbentuknya Pemoed Kaoem Betawi pada tahun 2923. Dalam bidang seni, terdapat snei Gambang Kromong yang merupakan musik Tionghoa dengan seni tari seperti Topeng Betawi, Yapong dan tari silat lainnya, terdapat juga drama Betawi seperti tonil dan lenong yang melakonkan kehidupan sehari-hari dari masyarakat Betawi.

Berikut adalah makanan khas dari Suku Betawi diantaranya:

  • Kerak Tellor
    Kerak telor yang menggunakan bebek, telur ayam, ketan putih dan menggunakan kelapa sangrai dan dimasak setengah matang menggunakan arah dengan anglo hingga berubah menjadi kerak.
  • Nasi Uduk
    Nasi uduk Betawi yang dimasak dengan nasi dan air santan tambahan daun jeruk, serai, laos dan daun salam, memiliki rasa gurih dan aroma yang dilengkapi dengan bawang goreng, dan lauk.
  • Gado-Gado
    Gado-gado yang menggunakan jenis sayur hijau, menambahkan kentang, tempa dan tahu lalu disiram menggunakan bumbu kacang dan menambahkan kerupuk dan biasanya disajikan dengan lontong.
  • Semur Jengkol
    Semur jengjol yang terkenal dengan bau dan rasa pahit namun dengan bumbu Betawi akan membuat jengkol enak untuk nasi uduk dan nasi putih.

Selain itu, terdapat soto Betawi yang menggunakan organ sapi dan jeroan yang memiliki rasa gurih dan berbeda dari jenis soto lainnya. Roti buaya yang menjadi khas pada pernikahan orang Betawi dan memiliki ukuran sekitar 50 cm, biasanya pengantin laki-laki akan memberikannya kepada pihak perempuan saat lamaran maupun acara pernikahan dengan makna kesetiaan pasangan yang dipercaya secara turun temurun. Asinan Betawi menggunakan tahun putih, sawi, tauge dan kol yang menggunakan bumbu kacang serta cuka dan biasanya makanan sehat karena menggunakan sayuran.

Kue cucur merupakan kue khas dari Betawi yang digunakan saat acar pernikahan dan acara adat lainnya, memiliki bagian lembut dan biasanya menggunakan bahan dasar beras lalu menggunakan gula merah dengan bagian pinggir terlihat renyah karena digoreng.

Dodol Betawi yang menggunakan kenceng berukuran 1 meter lalu menggunakan kelapa dan ketan sehingga akan membuat dodol lebih kenyal dan lengket. Putu mayang yang menggunakan tepung beras atau tepung kanji yang memberikan bentuk seperti mie dan menambahkan santan kelapa, gula jawa dan kicang, biasanya diberikan warna untuk menarik perhatian pembeli.

Rumah Adat Betawi

Rumah adat Betawi disebut sebagai Rumah Kebaya yang memiliki keunikan pada bagian atapnya dengan pelana lipat dan membantu samping bangunan seperti lipatan kebaya. Berikut adalah pembagian ruang pada rumah Kebaya diantaranya:

  • Teras rumah yang luas, terdapat kursi dan meja untuk bersantai dan biasanya digunakan untuk menyambut tamu.
  • Pangkeng merupakan ruangan pemilik rumah untuk dapat bersantai bersama dengan keluarga dan biasanya membuat suasana menjadi lebih akrab dan hangat.
  • Paseban merupakan ruangan untuk kamar tamu yang menginap di keluarga Betawi dan biasanya jika tidak ada tamu akan digunakan sebagai ruangan sholat.
  • Ruang tidur yang digunakan untuk tidur terdiri atas 4 ruangan dan biasanya memiliki ruangan paling besar untuk pemilik rumah.
  • Srondoyan merupakan ruang untuk dapur berada dibagian belakang rumah dan menyatu menjadi ruang makan atau menjadi gudang penyimpanan.

Rumah adat Betawi memiliki bagian atap yang terbuat dari genteng dan menggunakan anyaman daun kirai. Rumah kebaya memiliki kuda-kuda dari kecapi atau kayu gowok dan biasanya disebut reng atau dudukan atap atau kaso menggunakan bambu utuh.

Di bagian dinding menggunakan kayu gowok dengan cat cerah dan menambahkan sedikit ukuran indah, dinding menggunakan anyaman bambu dan bagian pintunya memiliki lubang udara sehingga akan menjaga sirkulasi udara akan tetap terjaga sehingga desain rumah ini lebih terasa sejuk dan nyaman.

Rumah adat Betawi memiliki struktur bangunan yang umpak atau lapisan dinding menggunakan pasangan batu bata dan kolomnya menggunakan kayu nangka. Memiliki nilai filosofi yaitu orang Betawi akan terbuka terhadap setiap tamu yang berkunjung dan tidak membeda-bedakan dengan menerima setiap keberagaman etnis dan agama yang ada. Terdapat juga Rumah Gadang Betawi yang menjadi bangunan dengan persegi panjang yang disusun dengan kerangka kuda-kuda. Bangunan ini biasanya ditemukan pada daerah terpencil.

Rumah adat Betawi Joglo yang mirip dengan Joglo di Jawa tengah terutama pada bagian atap yang memiliki bentuk bujur sangkar. Terdapat ruang depan untuk menerima tamu yang datang atau serambi depan, ruang tengah sebagai ruang kumpul, tidur dan ruang makan bersama keluarga dan ruang belakang sebagai kamar mandi dan dapur. Terdapat juga rumah panggung yang merupakan ciri khas dari suku Betawi asli.

Rumah panggung ini memiliki posisi yang tinggi dengan tiang dari kayu, bahan rumah ini dari bambu, kayu cempaka, sawo, kecapi dan rumbia. Untuk tiangnya menggunakan kayu jati yang lebih kuat dan menggunakan konsep umpak dengan persegi panjang untuk pondasinya.

Umpak merupakan konsep yang menggunakan rumah adat dari kerikil, semen maupun pecahan kerang. Umpak digunakan diseluruh rumah dan menjadi pelindung terhadap berbagai serangga yang menggoyangkan kekokohan rumah.

Rumah adat Betawi ini tentu memiliki acara adat seperti palang pintu untuk pernikahan. Palang pintu untuk mempersilahkan pengantin pria dapat masuk ke rumah pengantin wanita dengan melakukan pertunjukan silat. Terdapat juga adat nujuh bulan yang merupakan ritual untuk kehamilan dan menyambutnya pada tanggal 7, 17 maupun 27 terutama untuk anak pertama hal ini harus dilakukan.

  • Roomah.id

Related posts

Tinggalkan Balasan

Required fields are marked *