Subscribe Now

* You will receive the latest news and updates on your favorite celebrities!

Trending News

Kategori

Mengenal Lebih Dekat dengan Rumah Adat Banjar Baanjung
Rumah, Rumah Adat, Rumah adat kalimantan

Mengenal Lebih Dekat dengan Rumah Adat Banjar Baanjung 

Rumah Adat Banjar – Masyarakat Kalimantan terbagi menjadi beberapa suku yang menghuni di berbagai daerah Kalimantan. Seperti misalnya untuk masyarakat di Kalimantan Selatan pada umumnya dihuni oleh suku Banjar yang mempunyai kebudayaannya sendiri. Seperti kebudayaan lainnya, kebudayaan dari suku Banjar sendiri didapatkan dari kebiasaan, adat, seni, dan juga beragam aktivitas kehidupan yang dilakukan oleh masyarakat ini.

Sehingga hal tersebut membuatnya mempunyai kebudayaan yang unik dan berbeda dibandingkan masyarakat lainnya. Masyarakat Banjar mempunyai kebudayaan yang kaya mulai dari tarian, lagu tradisional, pusaka, pakaian, adat perkawinan, hingga juga rumah adat Banjar yang berasal dari kalimantan Selatan.

Informasi Awal

Rumah yang ada di Kalimantan Selatan sebenarnya mempunyai banyak jenis yang bisa ditulis. Dimana setidaknya ada 12 rumah yang berasal dari wilayah ini yang mempunyai fungsi, ukuran, dan juga tentunya ciri masing-masing. Akan tetapi untuk rumah yang paling ikonik dan merupakan rumah asli dari Suku Banjar dikenal dengan Rumah Baanjung atau Rumah Bubungan Tinggi.

Rumah tersebut merupakan rumah tradisional yang berasal dari Kalimantan Selatan dan mempunyai sejarah yang panjang. Rumah Baanjung tersebut merupakan rumah yang digunakan untuk raja dan keluarganya dan telah ada semenjak tahun 1850. Di sekitarnya juga dibangun rumah lainnya yang mempunyai banyak fungsi lainnya tergantung dari kebutuhan raja.

Untuk nama rumah adat Banjar yaitu Bubungan Tnggi merupakan rumah yang mempunyai atap tajam hingga 46 derajat. Sehingga hal tersebut membuat rumah ini membutuhkan usaha yang khusus untuk membangunnya. Oleh karena itulah untuk mendapatkan rumah ini juga perlu untuk mengeluarkan lebih banyak biaya untuk mendapatkan ciri khas dari rumah tradisional ini.

Hal tersebut seperti pada rumah adat lainnya yang juga pada umumnya membutuhkan lebih banyak biaya untuk membangunnya, sehingga banyak masyarakat yang memilih untuk membangun rumah modern yang membutuhkan sedikit biaya. Pada jaman dahulu ataupun sekarang ini juga rumah Baanjar ini hanya bisa dibangun dan dimiliki oleh orang-orang yang mempunyai uang saja atau orang kaya.

Informasi Rumah adat Banjar

Hal lainnya dari rumah tradisional ini adalah mempunyai bangunan yang beranjung dan dalam bahasa Banjar sendiri disebut Baanjung, sehingga hal tersebut membuatnya disebut rumah adat Baanjung. Baanjung sendiri merupakan sayap bangunan yang menjorok baik samping kanan ataupun samping kiri dari bangunan utama. Sehingga hal tersebut juga membutuhkan banyak uang untuk mendapatkan ciri rumah yang satu ini. Karena masalah ciri dan keunikan rumah adat ini membuat rumah ini tidak mudah untuk dijumpai di Kalimantan Selatan pada umumnya.

Akan tetapi bagi Anda yang tertarik untuk membangun dan melestarikan rumah adat Banjar, selain dengan memperhatikan dua hal di atas juga perlu untuk memperhatikan hal lainnya. Karena seperti yang terlihat bahwa setiap rumah mempunyai makna filosofinya masing-masing. Sehingga harus membangun rumah yang memenuhi persyaratan baik mulai dari pondasinya, bahan material, dan juga dari ukiran yang ada di dalamnya.

Ketika sudah terbangun rumah adat dari Banjarmasin ini nantinya Anda tidak akan menyesal karena rumah ini mempunyai tampilan yang cantik dan juga mempunyai makna yang dalam seperti pada rumah adat lainnya. Adapun untuk beberapa syarat dan aturan untuk membangun rumah adat dari Suku Banjar ini adalah:

1. Pondasi rumah

Untuk hal pertama yang harus diperhatikan pada rumah ini adalah dari pondasinya. Dimana untuk pondasi ini juga mempunyai sejarah dan makna yang terkandung di dalamnya. Adapun untuk rumah asli Banjar ini pada awalnya dibangun di atas rawa-rawat dan juga di tepi sungai. Sehingga hal tersebut membuat rumah ini mempunyai bentuk rumah panggung dan mempunyai lantai yang tinggi. Untuk pondasi rumah ini menggunakan tiang dan juga tongkat yang kokoh karena merupakan pondasi yang penting untuk rumah.

Adapun karena pondasi rumah ini sangat penting maka harus diperhatikan adalah material yang akan digunakan. Adapun untuk pondasi ini pada umumnya menggunakan bahan kayu kapur naga dan juga kayu galam. Sedangkan untuk tongkat rumah tersebut menggunakan kayu ulin. Hal yang harus diperhatikan adalah jumlah dari tiang dan juga tongkat yang akan digunakan untuk pembangunannya, dimana untuk tiang mencapai 60 batang dan tongkatnya mempunyai jumlah sekitar 120 batang.

2. Kerangka

Hal lainnya yang merupakan ciri khas dari rumah ini adalah kerangka rumahnya. Adapun rumah ini mempunyai ukuran yang besar karena sejarahnya digunakan untuk kerajaan. Selain itu untuk kerangka rumah ini adalah menggunakan tapak kaki atau tradisional depan yang menggunakan ukuran ganjil. Hal tersebut karena ukuran tersebut mempunyai makna yaitu mempunyai nilai magis dan juga sakral bagi masyarakat Banjar.

3. Lantai

Ciri lainnya yang menjadi keunikan dari rumah adat Banjar adalah dari lantai rumah ini. Dimana untuk lantai rumah ini mempunyai beberapa bagian yaitu ada lantai biasa, lantai jarang, dan juga lantai ranggang. Untuk lantai ranggan merupakan lantai yang digunakan pada serambi muka, anjung jurai, dan juga ruang padu. Adapun untuk bahan lantai tersebut adalah menggunakan kayu ulin yang berbeda-beda lebarnya, dimana untuk lebar lantai jarang adalah 20 cm, sedangkan untuk lantai ranggang adalah 10 cm.

4. Dinding

Dinding merupakan bagian dari rumah selanjutnya yang juga harus diperhatikan. Dimana untuk dinding pada rumah ini mempunyai posisi berdiri dan terbuat dari papan. Sedangkan untuk menjaga dinding tersebut berdiri maka bisa menggunakan turus tawing dan juga balabad yang fungsinya dapat untuk merekatkan dinding agar dapat berdiri tegak sebagai bagian dari rumah.

5. Atap

Bagian penting lainnya yang juga bisa menjadi ciri khas dari setiap rumah adalah bagian atapnya. Hal tersebut juga dapat dilihat dari atap rumah adat Banjar. Dimana untuk atap rumah banjar seperti yang telah disebutkan mempunyai bagian yang menonjol seperti yang juga tampak pada rumah Baanjung. Bagian atap rumah ini biasanya menggunakan bahan dari sirap yang terbuat dari bahan kayu ulin. Selain itu ada juga bahan lainnya yang bisa digunakan dari alam yaitu bahan dari daun rumbia.

6. Ukiran

Setiap rumah adat mempunyai ukiran yang mempunyai makna untuk masyarakatnya. Seperti ukiran pada rumah adat ini yang bisa Anda lihat diletakan di tiang, papilis, hingga tataban. Untuk ukiran pada rumah ini mempunyai nuansa Islam seperti dengan motif bunga dan juga floral. Jenis hiasan Banjar sendiri dikenal dengan Tatah Surut, Tatah Babuku, dan juga Tatah Baluang.

7. Ruangan

Rumah adat Banjar ini juga dipisahkan dengan beberapa ruangan yang mempunyai fungsi masing-masing seperti berikut ini:

  • Palatar merupakan ruangan teras depan yang berada di dekat tangga pintu masuk.
  • Panampik kecil.
  • Panampik tengah.
  • Panampik besar mempunyai fungsi sebagai lantai kamar.
  • Palindangan merupakan lantai yang mempunyai tingkat sama dengan panampik besar.
  • Penampik dalam.
  • Padapuran atau padu terdiri dari dapur, tempat mengeringkan kayu, dan mencuci.

Related posts

Tinggalkan Balasan

Required fields are marked *