Sebelum memilih Turki, pikirkan dulu alasan dan pentingnya… ,” kata Naelil Maghfirah.

Naelil, 26 tahun, memberikan sedikit arahan bagi masyarakat yang ingin melanjutkan ujian di Turki di tengah kesibukannya di Kuala Lumpur. Naelil berbagi pengalamannya saat mengulas kenangan lama. Sekitar tahun 2014, Naelil mengajukan hibah Turki. Sekitar waktu yang sama ia secara efektif melewati pilihan dan secara resmi menjadi mahasiswa jurusan Jurnalisme, Fakultas Ilmu Komunikasi di Ege niversitesi.

Turki sendiri adalah salah satu negara yang sering menjadi tujuan tinjauan. Prasyarat kemampuan bahasa Inggris bukanlah hal yang utama. Beberapa universitas di Turki bahkan tidak meminta penerima hibah untuk memiliki sertifikat TOEFL/IELTS. Semua hal dianggap sama, pelamar yang berhasil harus melalui kursus bahasa Turki satu tahun sebelum memulai kursus.

Selain itu, apa yang harus disiapkan?

Bagaimana cara mengajukan hibah Turki?

Bagaimana saya bisa lulus tekad?

Naelil telah membagikan teknik khusus untuk SoHip. Yuk, intip rumus mengejar fantasi untuk konsentrasi di Turki!

Wajib dicatat nih, dua tahap pendaftaran beasiswa ke Turki yang harus diperhatikan

Sebelum membayangkan berkonsentrasi di Turki dengan hibah, Anda memiliki tugas sekolah utama untuk lulus tekad. Seperti yang ditunjukkan oleh pengalaman Naelil, ada dua fase yang umumnya ditetapkan oleh program hibah di Turki, yaitu pilihan otoritatif dan wawancara. Siklus manajerial dilakukan di web, tanpa biaya apapun. Jika lolos tahap regulasi, Anda akan melanjutkan ke tahap pertemuan.

“Tahun 2014 langsung dilaksanakan di Jakarta dan Medan, di KBRI/KJRI Turki, tapi tahun-tahun berikutnya dilaksanakan di penginapan juga. Jadi sebenarnya pertemuan itu bisa disesuaikan,” kata Naelil.

Selain itu, ada kebutuhan yang harus Anda penuhi. Untuk hibah sarjana di Turki, Anda harus menyiapkan catatan / nilai rapor, sertifikat, surat referensi dari sekolah, dan menyelesaikan surat tujuan yang berisi penjelasan Anda di balik memilih Turki untuk ditinjau, jurusan di sekolah, hingga kemungkinan pengaturan .

See also  4 Cara/Tips Untuk Mengencangkan Kulit dan Mencegah Penuaan

Ssst… ini dia resep agar lolos seleksi beasiswa ke Turki ala Naelil. Catat, yuk!

Lumrahnya, proses pendaftaran beasiswa ada esai yang harus dikumpulkan. Esai ini, menurut Naelil, sebaiknya disiapkan jauh-jauh hari, bahkan sebelum pembukaan pendaftaran. Ketika menulis esai pun, kamu harus menerapkan riset yang cukup ketat agar tulisanmu menyakinkan.

Diamkan esai, lalu baca ulang. Minta proofreading dari orang lain juga. Tidak usah membuat planning ke depannya yang muluk-muluk. Buatlah yang sekiranya logis untuk dilakukan,” tutur 

Selain itu, tulis esai secara detail. Tunjukkan bahwa kamu berusaha mencari informasi terkait kampus dan jurusan tujuan dengan sungguh-sungguh. Dengan strategi ini, pemberi beasiswa akan lebih yakin kalau kamu nggak main-main mendaftar beasiswa ke Turki.

Kemudian, surat referensi juga sebaiknya disiapkan sejak awal. Banyak diskusi dengan guru di sekolah dan minta pendapatnya. Saat memilih jurusan, Naelil menyarankan satu jurusan untuk beberapa kampus. Cara ini lebih efektif ketimbang memilih 5 jurusan berbeda di satu kampus. Minat dan ketertarikanmu akan tampak kuat~

Beasiswa Turki

Catat nih | Illustration by Hipwee

Kalau sudah lolos seleksi beasiswa di Turki, ini manfaat yang bakal kamu dapatkan, SoHip~ 

Setiap beasiswa punya sistem pembiayaan dan fasilitasnya masing-masing. Namun, dari pengalaman Naelil, ada beberapa manfaat yang umum diterima oleh kandidat yang lolos seleksi. Apa saja?

  • 1 tahun kursus bahasa Turki di Turki langsung
  • Tinggal di asrama mahasiswa dengan layanan 2 kali makan
  • Asuransi
  • Monthly allowance
  • Tuition fees 100% ditanggung
  • Biaya transportasi PP Indonesia-Turki ketika awal berangkat dan ketika pulang setelah lulus. 

Secara personal, Naelil juga mendapatkan banyak manfaat. Misalnya, setelah lulus kuliah, kamu dijamin bisa bahasa Turki karena sebelum kuliah diwajibkan lulus ujian bahasa Turki level C1. Dengan fasilitas yang ada, beban finansial selama kuliah jadi teratasi.

Selain itu, beasiswa ini membuka kesempatan bertemu dengan orang dari berbagai negara, seperti dari Asia, Timur Tengah, Eropa, Afrika hingga Amerika Serikat. Ada juga kesempatan untuk mengikuti beragam program pertukaran mahasiswa yang gratis, seperti Erasmus+ untuk pertukaran mahasiswa ke kampus-kampus di Eropa, Farabi untuk pertukaran kampus-kampus dalam negeri Turki, dan Mevlana exchange program untuk pertukaran mahasiswa dengan kampus-kampus lainnya di Korea Selatan, Yordania, dan Tiongkok.

Meskipun beasiswa di Turki memiliki banyak manfaat, sebelum memilih Turki, pertimbangkan kampus dan jurusannya terlebih dahulu. “Jangan asal Turki,” kata Naelil. Sebetulnya kampus Indonesia juga banyak yang bagus. Jadi, motivasi dan tekad memilih beasiswa ke Turki juga patut dipertimbangkan.