Subscribe Now

* You will receive the latest news and updates on your favorite celebrities!

Trending News

Kategori

Lakukan Tips-tips Berikut Agar Biaya Renovasi Rumah Tidak Membengkak
Renovasi, Renovasi Rumah

Lakukan Tips-tips Berikut Agar Biaya Renovasi Rumah Tidak Membengkak 

Memiliki rumah dengan kondisi yang memprihatinkan, seperti atap bocor, lantai yang retak-retak, dinding kusam, atau bahkan pintu rumah yang sudah rusak tentunya membuat penghuni rumah merasa tidak aman dan nyaman. Kondisi ini tentu tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Anda harus segera melakukan renovasi rumah agar keamanan dan kenyamanan yang seharusnya didapatkan dalam sebuah rumah bisa dirasakan kembali. Jika kendala Anda adalah permasalahan biaya renovasi, maka mengumpulkan dana yang dibutuhkan perlu dilakukan sesegera mungkin. Sehingga dana bisa segera terkumpul dan bisa digunakan untuk perbaikan rumah.

Pengertian Renovasi

Istilah renovasi mungkin sudah cukup familiar di telinga kita. Renovasi memiliki pengertian yaitu proses merombak, memperbaharui, memperbaiki, meremajakan, atau menyempurnakan struktur atau bentuk, atau memberi desain tambahan pada suatu bangunan. Renovasi rumah bisa juga merupakan proyek untuk memperbaharui dan mengembangkan interior rumah, eksterior rumah (dinding, atap rumah, dll), atau perbaikan pada lahan (seperti penambahan garasi, perawatan kebun, dll).

Persiapan untuk Renovasi Rumah

Untuk melakukan renovasi rumah, banyak sekali hal-hal yang harus dipersiapkan dengan matang sejak jauh-jauh hari. Tujuannya agar renovasi bisa berjalan dengan lancar dan hasil yang didapatkan pun lebih maksimal. Terlebih jika renovasi rumah yang dilakukan tidak hanya sekedar untuk memperbaiki bagian rumah yang rusak saja, melainkan untuk menambah ruang tambahan baru atau mungkin mengganti model rumah. Renovasi jenis ini tentu tidaklah sederhana dan perlu perhatian lebih agar bisa dilakukan dengan baik. Anda perlu menghitung biaya renovasi rumah yang dibutuhkan, mulai dari untuk biaya jasa tukang, material bangunan, desain, dll dengan cermat agar sesuai anggaran.

Renovasi berupa penambahan ruang baru atau mengganti model rumah biasanya dilakukan oleh mereka yang membeli rumah second atau bagi mereka yang ingin berganti suasana baru. Persiapan untuk renovasi jenis ini tentu tidak hanya untuk biaya renovasi saja, namun juga persiapan lain-lain yang tidak kalah penting. Adapun persiapan penting yang harus diperhatikan dalam renovasi rumah, antara lain:

1. Biaya jasa tukang

Anda perlu memperhatikan biaya jasa tukang yang akan digunakan ketika menghitung biaya renovasi rumah. Karena untuk merenovasi rumah tentunya memerlukan tukang yang sudah terampil dan asisten yang akan membantu proses renovasi. Untuk proses pengerjaan renovasi rumah ini, sebaiknya Anda diskusikan juga dengan mandor yang nantinya bertugas mengawasi pekerjaan renovasi. Semakin banyak tukang bangunan yang dipekerjakan, tentu bisa membuat proses pengerjaan renovasi rumah cepat selesai. Namun tentunya hal ini juga mempengaruhi jumlah biaya yang harus Anda keluarkan.

2. Luas bangunan

Hal lainnya yang perlu diperhatikan adalah biaya yang dibutuhkan untuk merenovasi rumah dengan luas bangunan yang sudah dirancang. Misalnya jika Anda ingin mengubah rumah menjadi tipe 36/75 dengan luas tanah 75 m2. Maka dengan mengetahui luas bangunannya akan membantu untuk menentukan akan dilakukan renovasi bangunan dengan yang sudah ada, atau merombaknya dari awal dan dibuat model yang baru. Luas bangunan ini juga perlu untuk diketahui ketika Anda menggunakan jasa kontraktor atau pemborong dalam merenovasi rumah. Dimana berguna untuk menghitung biaya renovasi rumah yang harus dikeluarkan dari luas bangunan yang dikerjakan.

3. Biaya material bangunan

Selain biaya jasa tukang, biaya material bangunan terbilang cukup mempengaruhi seberapa banyak biaya renovasi yang harus dikeluarkan. Oleh karena itu, Anda perlu memperhatikan dan mempersiapkannya dengan baik. Untuk renovasi rumah dengan menghancurkan bangunan yang ada sebelumnya dan membangun dari awal, mungkin Anda masih bisa memanfaatkan material bangunan yang sebelumnya. Dengan catatan material bangunan yang sebelumnya masih layak untuk dipakai. Untuk kebutuhan renovasi rumah, sebaiknya pilih material yang berkualitas.

4. Pelajari struktur lama

Bagi Anda yang melakukan renovasi rumah dengan menghancurkan dan membangun kembali rumah menjadi model baru, sebaiknya pelajari struktur yang lama terlebih dahulu. Dengan demikian Anda bisa melihat dimana tata letak yang sesuai untuk suatu ruangan. Seperti ketika nantinya akan melakukan renovasi pada teras, maka harus mengikuti arah yang sama karena pintu gerbang dan taman berada disana.

5. Perhatikan panel listrik

Jika renovasi yang Anda lakukan bertujuan untuk menambah ruang atau lantai lagi, maka memperhatikan panel listrik juga sangat penting. Jangan menempatkan panel listrik yang tersembunyi di dalam lemari. Jika jaringan kabel yang ada saat ini adalah model lama, maka pada renovasi kali ini atur jaringan kabel batu dan menghubungkan semua outlet.

6. Persiapkan biaya tidak terduga lainnya

Dalam mempersiapkan biaya renovasi, sebaiknya persiapkan juga biaya tambahan untuk kebutuhan tidak terduga. Karena nantinya kita tidak tahu apakah akan ada kebutuhan lainnya yang harus dipenuhi. Biaya tidak terduga yang mungkin bisa timbul, misalnya biaya untuk mendekorasi rumah, seperti membuat taman, mengisi perabotan rumah, dll.

7. Rancangan rumah yang sesuai dengan kebutuhan

Yang paling penting dalam melakukan renovasi rumah, sebaiknya adalah mengatur agar anggaran yang dikeluarkan sesuai dengan kemampuan keuangan Anda. Sehingga dengan demikian nantinya proses renovasi bisa berjalan dengan lancar. Anda bisa mendapatkan hunian idaman yang lebih nyaman, namun juga dari segi keuangan tidak perlu khawatir dengan biaya yang dikeluarkan. 

Baca Juga: Perbedaan Kontraktor Renovasi Rumah dan Pemborong

Tips Agar Renovasi Rumah Lebih Terjangkau

Untuk merenovasi rumah, perlu perencanaan yang tepat agar prosesnya nanti bisa berjalan dengan lancar. Perencanaan yang dilakukan mulai dari waktu pengerjaan hingga untuk biaya renovasi yang harus dikeluarkan. Karena biaya untuk renovasi rumah yang tidak direncanakan dengan baik dikhawatirkan akan membengkak dan melebihi dari anggaran yang dimiliki. Jika anggaran Anda terbatas, dengan melakukan perencanaan yang baik tentunya juga akan berguna untuk menghemat biaya pengeluaran saat renovasi rumah.

Ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan agar renovasi rumah tidak memakan biaya yang banyak alias bisa hemat dan terjangkau, antara lain:

1. Tentukan konsep

Sebelum melakukan renovasi rumah, sebaiknya tentukan terlebih dahulu bagian rumah mana saja yang akan diperbaiki. Bagaimana desainnya, serta apakah akan menggunakan material baru ataukah yang lama. Jika memutuskan untuk menggunakan material lama, tentunya saat pembongkaran Anda harus memastikan jika dilakukan secara hati-hati agar tidak rusak. Sedangkan untuk desain sangat berguna agar hasil pengerjaan renovasi sesuai dengan yang Anda inginkan. Karena jika hasilnya tidak sesuai, tentu sangat beresiko melakukan pembongkaran yang menyebabkan pengeluaran membengkak. Dengan memiliki konsep yang matang juga sangat berguna untuk membantu tukang dalam mengerjakan renovasi dengan lebih cepat.

2. Tentukan bahan bangunan

Jika Anda hanya memiliki anggaran biaya renovasi yang terbatas, sebaiknya cari bahan material bangunan yang lebih terjangkau dengan kualitas menengah. Mengingat bahan material biasanya menjadi salah satu pengeluaran terbesar dalam melakukan renovasi rumah. Namun untuk beberapa bangunan rumah yang memang tidak bisa kompromi untuk masalah harga dan kualitasnya. Maka sebaiknya memilih yang paling berkualitas meskipun berharga mahal. sebut saja seperti untuk bagian pipa air tanam, pondasi rumah, rangka atap, dan struktur bangunan.

3. Pilih pembayaran tukang

Agar bisa menghemat biaya renovasi, memilih tukang yang tepat juga sangat mempengaruhi. Terutama untuk cara pembayaran tukangnya. Ada dua cara pembayaran tukang yang bisa dipilih, yaitu sistem borongan dan harian. Jika renovasi rumah yang akan dilakukan sudah memiliki konsep yang matang dan pasti, maka akan lebih jika menggunakan sistem borongan. Sedangkan jika konsep renovasi belum jelas, maka bisa memilih pembayaran tukang secara harian.

4. Pilih waktu pengerjaan yang tepat

Agar biaya renovasinya tidak membengkak, waktu pengerjaan juga perlu menjadi perhatian utama. Sebaiknya hindari melakukan renovasi saat musim penghujan. Karena renovasi di musim penghujan akan membuat para tukang kesulitan saat mengerjakan. Bahkan bisa sering terhenti lantaran menyesuaikan dengan kondisi cuaca yang terkadang tidak bersahabat. Biaya untuk jasa tukang ini nantinya bisa membengkak karena pekerjaan yang tidak tepat waktu. Bahkan jika renovasi untuk rumah kecil type 36 sekalipun, jika dikerjakan diwaktu yang tidak bersahabat maka biaya renovasi rumah type 36 nantinya bisa membengkak. Selain itu, hasil bangunan juga tidak maksimal karena sulit kering atau mudah rusak, terutama untuk bagian rumah yang berada di luar.

5. Lakukan bertahap

Melakukan renovasi besar-besaran seperti merombak rumah dan membangunnya dengan model baru terkadang membuat Anda harus mengeluarkan biaya yang cukup besar. Selain biaya untuk jasa tukang, bahan material bangunan, desain bangunan, dll, Anda juga harus mengeluarkan anggaran untuk menyewa rumah untuk tempat tinggal sementara selama masa renovasi. Daripada biaya renovasi membengkak, sebaiknya lakukan renovasi rumah secara bertahap, misalnya renovasi untuk bagian dapur terlebih dahulu, baru kemudian renovasi kamar mandi, ruang tamu, atau bagian taman belakang.

6. Cari kontraktor yang tepat

Cari kontraktor yang terpercaya kinerjanya, agar dana yang Anda keluarkan untuk biaya jasanya tidak terbuang sia-sia. Karena banyak sekali kasus kontraktor yang bermasalah dan tidak melakukan kewajibannya di tengah jalan dan membuat pekerjaan renovasi menjadi mangkrak. Hal ini tentunya merugikan sekali dan sebaiknya Anda hindari sebisa mungkin. Untuk itu, Anda jangan tergesa-gesa atau sembarangan dalam memilih kontraktor. Cari informasi sebanyak-banyaknya mengenai kontraktor yang bereputasi baik dari teman, saudara, atau bahkan internet.

7. Bersikap realistis

Jika Anda memiliki anggaran yang terbatas, namun ingin melakukan renovasi yang mengubah struktur dan desain rumah secara keseluruhan tentunya sangatlah sulit diwujudkan. Terlebih jika menggunakan jasa ahlinya untuk merenovasi rumah type 36 Anda. Jika mengubah struktur dan desain bangunan maka bisa dipastikan biaya renovasi rumah type 36 sangatlah mahal. Oleh karena itu, sebaiknya lakukan renovasi yang realistis saja sesuai dengan anggaran yang dimiliki. Sehingga Anda bisa memaksimalkan anggaran yang dimiliki saat ini.

Melakukan renovasi rumah memang tidak bisa dianggap remeh, karena untuk pelaksanaannya terkadang membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Terlebih jika Anda mengandalkan jasa kontraktor atau pemborong saat merenovasi rumah type 36 yang dimiliki. Tentu perlu memperkirakan biaya renovasi rumah type 36 dengan cermat. Belum lagi Anda juga harus memperhitungkan biaya material bangunan yang digunakan serta biaya lain-lain yang mungkin muncul selama proses pengerjaan renovasi. Agar anggaran yang dimiliki bisa mencukupi untuk renovasi rumah, tentunya melakukan perencanaan yang baik menjadi salah satu kuncinya. Terutama jika Anda memiliki dana yang terbatas dan ingin melakukan renovasi rumah yang terjangkau. Tips-tips di atas merupakan berbagai cara yang bisa Anda lakukan jika ingin melakukan renovasi rumah dengan lebih terjangkau. Semoga bermanfaat!.

Related posts

Tinggalkan Balasan

Required fields are marked *