Hallo sobat semua bertemu kembali dengan admin kali ini admin akan mengulas artikel tentang Harga Tanah Rumah Yang Sampai Saat Ini Belum Diketahui Orang Lain, Rumah Minimalis Akan Menjadi Rumah Yang Wajar Di Zaman Kita Yang Membuat Anda Penasaran.Ketika Anda berada di utara 25, apakah perenungan ini pernah memasuki pikiran Anda? Terlepas dari tujuan di balik kebutuhan untuk tinggal secara mandiri, rumah dan tanah yang Anda miliki, kata kerabat, adalah sumber daya untuk apa yang akan datang. Pada dasarnya memiliki rumah sendiri tidak akan membuat Anda terus menyewa rumah orang lain. Mengingat biaya sewa tahunan pasti akan meningkat, sedangkan kebutuhan individu juga akan meningkat.

Lalu ada kenyataan lain, semakin banyak biaya tanah yang masuk, biayanya naik. Jika semuanya seperti apa adanya, bagaimana dengan fantasi Anda tentang mengklaim rumah Anda sendiri?

1. Kenaikan harga tanah dan rumah yang tak sebanding dengan kenaikan gaji, buatmu berpikir ulang untuk memiliki rumah sendiri

Seperti dikutip dari tirto.id, bahwa kenaikan biaya rumah yang terus terjadi secara signifikan tidak sebanding dengan kenaikan tarif upah pekerja atau UMK, meskipun Ketua Umum REI Swirl Slut mengatakan kenaikan biaya ini tidak ‘tidak terjadi di semua kabupaten. Kalaupun naik, karena biaya material dan upah terendah yang diperbolehkan oleh undang-undang, maka semua biaya rumah diubah sesuai kebutuhan.

Sementara itu, lahan yang tersedia tidak hanya semakin kecil, tetapi juga biayanya bisa selangit jika ditemukan secara tegas. Hingga banyak orang yang memutuskan untuk mencari tanah di pinggir atau di luar kota mengingat biayanya yang lebih masuk akal untuk kantong mereka. Namun tidak dapat dibayangkan bahwa dalam beberapa tahun ke depan harga tanah di luar kota juga akan meningkat karena banyaknya permintaan atau persyaratan. Pernahkah Anda berpikir untuk memiliki rumah sendiri lagi? Bahkan jika Anda membeli tanah, Anda dapat menanggung biayanya, sementara bagaimana dengan membangun rumah Anda sendiri? Biaya material masih mahal, lho.

See also  New Link Video Bokeh Museum Internet 2022 Youtube Full Update Video Download

2. Sementara kalau kamu mengesampingkan gengsi, punya rumah sendiri meski hanya sepetak bisa jadi solusi

Seperti yang kamu lihat selama ini, biasanya besar rumah itu jadi tolak ukur gengsi dari si empunya. Semakin besar rumahnya, akan semakin terpandang dan masuk dalam golongan orang sukses. Padahal besar kecilnya itu hal sepele yang harusnya dikesampingkan saat baru merencanakan punya rumah sendiri. Lagipula di zaman yang teknologinya semakin maju, harusnya kamu pun berpikir lebih maju.

Rumah tak berpatok pada besar kecilnya, tapi fungsi di dalamnya sendiri. Apalagi kalau bukan sebagai tempat tinggal yang bisa memenuhi segala kebutuhan juga keperluanmu. Mulai dari istirahat, bekerja, sampai bersosialisasi baik dengan keluarga sendiri atau tamu yang berkunjung. Kalau sepetak rumah saja sudah cukup memenuhinya, kenapa harus memaksakan diri untuk punya rumah gedong bak istana.

3. Tiny house atau rumah-rumah berukuran kecil di luar negeri justru jadi tren hunian para keluarga kecil

Saat di Indonesia masih banyak yang berlomba-lomba membangun rumah besar. Semantara tiny house atau rumah-rumah berukuran kecil di luar negeri sedang jadi primadona untuk hunian keluarga kecil. Malah ada juga orang yang memutuskan untuk meninggalkan rumah yang cukup besar, lalu memilih untuk tinggal di rumah yang hanya sepetak saja. Sebab ternyata rumah sepetak itu lebih bisa mendekatkan penghuni rumah yang satu dengan yang lainnya. Kalaupun tinggal hanya sendiri, tak perlu khawatir merasa kesepian.

Jadi untuk urusan nyaman atau tidaknya, siapa bilang rumah sepetak tak bisa memberikan rasa itu? Bukankah rumah besar bak istana pun tak bisa menjamin ada kenyamanan?!

4. Biarpun kecil, rumah ini tak bisa kamu sepelekan kenyamanannya. Apalagi biaya membangunnya tergolong lebih murah

Coba saja lihat di berita-berita itu, rumah-rumah yang besar ternyata lebih rawan dengan kejahatan. Bahwa yang tinggal di rumah yang besar barangkali belum tentu benar-benar akrab satu sama lainnya. Sementara rumah sepetak atau tiny house jika dibangun dengan rancangan serta perencaan yang baik pasti akan memberi penghuninya kenyamanan.

See also  Cara Untuk Tukar Poin Telkomsel Via Aplikasi MyTelkomsel 2022

Biarpun sepetak, tapi kamu bisa merasakan fasilitas layaknya rumah besar lainnya. Tetap ada kamar tidur yang hangat dan nyaman. Ada dapur yang lengkap, termasuk oven dan kulkas. Ada juga kamar mandi yang sehat dengan toilet, wastafel bahkan bathtub, sampai ruang tamu yang juga bisa berfungsi sebagai ruang keluarga yang asyik. Rumah kecil ini bisa terkesan mewah, tapi untuk biaya pembangunannya bisa tergolong murah lho!

Membangun tiny house paling murahnya bisa 150 sampai 200 juta. Sedangkan membangun rumah yang besar dengan perabotan yang lengkap bisa lebih dari 250 juta, itupun belum dengan harga tanahnya. Lalu untuk jika membeli tanah beserta rumahnya, untuk ukuran 38/120 saja bisa hampir 400 juta.

5. Selain nyaman ada juga tiny house yang ramah lingkungan dan punya desain cukup keren

Jangan khawatir rumah sepetakmu ini kalah keren dari rumah besar bak istana. Biarpun kecil, rumah-rumah ini biasanya jauh lebih pintar. Selain dibangun dengan konsep praktis, tiny house juga multifungsi dan memanfaatkan ruang dengan sebaik-baiknya. Di dalam rumah sepetak ini tangga bisa saja berfungsi sebagai tempat penyimpanan dan langit-langit rumah bisa dijadikan sebaik-baiknya tempat tidur, bahkan meja kerja tak hanya bisa dipakai untuk bekerja, tapi juga makan.

Kerennya lagi, sudah banyak juga rumah-rumah kecil yang lebih ramah dengan lingkungan seperti rumah dengan tambahan sistem solar untuk pembangkit tenaga listriknya. Ada juga yang punya tempat untuk mendaur ulang sampah organik dari dapur rumah tangganya. Memang perlu biaya tambahan untuk menjadikannya ramah lingkungan. Tapi kalau itu bisa menjaga kondisi bumi kita, kenapa tidak mencobanya?

6. Nah, kira-kira mungkin nggak ya kalau tiny house  ini bakal jadi jawaban dari kebingunan generasi kita untuk punya rumah sendiri?

Setelah diberi bayangan harga tanah yang setiap tahunnya semakin mencekik, serta semakin sempitnya lahan hunian di bumi ini, apa iya kamu masih berpikiran untuk punya rumah besar? Masa iya iming-iming rumah kecil yang pintar karena multifungsi ini pun tak bisa merebut hatimu untuk memilihnya sebagai hunian masa depan? Toh kalau dipikir-pikir lagi, besar kecilnya rumah itu terlalu relatif. Sementara urusan kepemilikan rumah sendiri yang nyaman itu yang justru mutlak harus dipikirkan matang-matang.

See also  Latest Link Video Bokeh Museum Internet Youtube Korea Movies 18++ Se 2021 Update Terbaru 2022